Gresik, Bhirawa
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, secara serentak meluncurkan operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 126 titik berada di Kabupaten Gresik, dan semuanya telah dinyatakan siap beroperasi.
Sekretaris Daerah Gresik, Achmad Washil Miftahur Rahman, menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik berkomitmen penuh memastikan program ini dapat berjalan dan berkelanjutan. Komitmen itu diwujudkan melalui kerja sama yang erat dengan TNI, Polri, serta berbagai instansi terkait.
Salah satu langkah utama yang dilakukan adalah memberikan pendampingan dan persiapan bagi para pengelola, agar koperasi ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Untuk wilayah Kabupaten Gresik, ada 126 titik KDKMP yang sudah jelas dan siap untuk dioperasikan,” ujarnya secara daring dari lokasi KDKMP Desa Pandanan, Kecamatan Duduk Sampeyan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihaknya akan fokus menyelenggarakan berbagai pelatihan guna meningkatkan kemampuan dan kapasitas sumber daya manusia yang mengelola koperasi. Mulai dari tata cara pengelolaan, pencatatan administrasi, hingga strategi pemasaran dan penjualan, semuanya akan dibekalkan agar para pengelola mampu menjalankan tugasnya dengan profesional.
Hal senada disampaikan oleh Kepala Staf Kodim 0817/Gresik, Mayor Inf. Siari. Ia menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau dan mempercepat proses pembangunan fisik di lapangan. Saat ini, terdapat dua kondisi perkembangan yang terjadi.
“Ada 7 titik yang masih dalam tahap penyiapan lahan, sehingga pembangunannya belum bisa dimulai. Sedangkan untuk 126 titik lainnya, proses pembangunannya sudah berjalan dan rata-rata telah mencapai progres lebih dari 60 persen. Kami menargetkan seluruh pekerjaan pembangunan ini bisa selesai 100 persen pada bulan Agustus mendatang,” jelasnya.
Mengenai kapan seluruh koperasi ini bisa beroperasi secara penuh, Mayor Siari menyatakan bahwa hal itu masih menunggu kelengkapan fasilitas dan peralatan yang disediakan oleh pusat. Pasalnya, meskipun gedung dan bangunannya sudah selesai, masih diperlukan berbagai perlengkapan pendukung agar kegiatan usaha bisa berjalan lancar.
“Kami masih menunggu dukungan dari PT Agrinas Pangan Nusantara. Kelengkapan yang dibutuhkan tidak hanya sekadar kendaraan, tapi meliputi berbagai jenis alat angkut, gerai usaha, peralatan penunjang, hingga barang dagangan yang akan dijual. Setelah semua sarana dan prasarana ini lengkap dan terpenuhi, barulah seluruh koperasi bisa beroperasi secara maksimal,” ungkapnya.
Dengan telah dilakukannya peluncuran ini, diharapkan seluruh proses pembangunan dan persiapan dapat berjalan sesuai jadwal. Sehingga, koperasi-koperasi ini nantinya bisa segera berfungsi sebagai penggerak perekonomian di tingkat desa, dan manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di Gresik. [kim.kt]


