29.4 C
Sidoarjo
Monday, May 4, 2026
spot_img

Gerak Cepat BPBD Kabupaten Pasuruan Salurkan Air Bersih untuk Kebutuhan Warga

Kab Pasuruan, Bhirawa
Meski awan mendung sesekali masih bergelayut di langit Kabupaten Pasuruan, jeritan warga akan kebutuhan air bersih mulai terdengar.

Tak ingin menunggu hingga kondisi kian kritis, Pemkab Pasuruan, melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai tancap gas melakukan aksi jemput bola.

Senin (4/5) siang, satu unit truk tangki berkapasitas ribuan liter meluncur membelah jalanan menuju Desa Kedungrejo, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.

Kedatangannya itu menjadi oase di tengah keresahan warga yang mulai kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan dapur dan sanitasi.

Tentu saja, langkah ini terbilang unik. Pasalnya, hingga saat ini Pemkab Pasuruan belum secara resmi menetapkan status Tanggap Darurat Kekeringan.

Namun, kondisi di lapangan berkata lain. Di Desa Kedungrejo, macetnya distribusi air bukan semata karena faktor alam, melainkan kendala teknis yang fatal.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menegaskan pihaknya tidak ingin kaku secara administratif jika menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Pengiriman air bersih tersebut bersifat situasional namun mendesak.

“Kami langsung turun ke Kedungrejo untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga. Ada kerusakan pada pompa air dari sumber Umbulan, sehingga distribusi ke rumah-rumah penduduk praktis lumpuh total,” tegas Sugeng Hariadi.

Ia menjelaskan fenomena kekeringan tahun ini memang cukup unik karena intensitas hujan di beberapa wilayah Kabupaten Pasuruan masih tergolong tinggi. Hal itulah yang membuat status tanggap darurat belum diterbitkan secara massal.

Berita Terkait :  Respon DPRD Jatim Saat Ulama Tolak Vaksin TBC Bill Gates

Untuk desa-desa yang biasanya menjadi langganan kekeringan saban tahun, BPBD mengaku masih melakukan pemantauan ketat.

“Untuk wilayah lain yang rutin terdampak belum kami mulai pengirimannya secara reguler. Kami masih memantau perkembangan cuaca karena saat ini hujan pun masih sering turun,” jelas Sugeng Hariadi.

BPBD Kabupaten Pasuruan mengimbau seluruh perangkat desa maupun masyarakat untuk tidak segan melapor jika wilayahnya mengalami kendala distribusi air bersih, baik karena faktor alam (kekeringan) maupun kerusakan teknis seperti yang terjadi di Winongan.

“Jangan menunggu sampai kritis. Segera lapor agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin. Kami siap kerahkan armada jika memang kondisinya mendesak,” imbuh Sugeng Hariadi.

Tentu saja, langkah proaktif tersebut diharapkan mampu meredam potensi krisis air bersih di Kabupaten Pasuruan, sebelum puncak musim kemarau benar-benar menyapa.

Sementara itu, lokasi penyaluran, puluhan warga sudah mengantre dengan membawa jeriken, ember, hingga galon bekas. Raut lega nampak jelas di wajah mereka saat air jernih mulai mengucur dari selang tangki BPBD.

Salah seorang warga Desa Kedungrejo, Asyari, menceritakan betapa repotnya beberapa hari terakhir. Rusaknya pompa sumber Umbulan membuat aktivitas domestik warga carut-marut.

“Kami sangat berterima kasih ada bantuan ini. Pompa rusak sudah beberapa hari, jadi warga sempat kebingungan mau ambil air di mana. Mau mengandalkan sumur, debitnya juga tidak seberapa,” kata Asyari, sembari memanggul jerikennya. [hil.hel]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!