Surabaya, Bhirawa
Di tengah perkembangan media massa dan arus informasi digital yang semakin cepat, kebutuhan akan penyampaian informasi yang akurat, jelas, dan dapat dipercaya menjadi semakin penting. Setiap instansi tidak hanya dituntut mampu memproduksi informasi, tetapi juga memastikan kualitas pesan yang disampaikan kepada publik tetap terjaga. Dalam konteks ini, peran kehumasan menjadi semakin strategis, khususnya pada tahap penyuntingan berita sebagai proses akhir sebelum informasi dipublikasikan.
Sebagai mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi dengan peminatan Public Relations, Bunga Aurelia Putri Setyowidodo, mendapat kesempatan melaksanakan magang di Divisi Humas Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur. Kegiatan ini memberikan pengalaman langsung dalam memahami bagaimana pengelolaan informasi dilakukan secara profesional, terutama dalam memastikan setiap berita yang disampaikan telah melalui proses penyuntingan yang tepat.
Selama pelaksanaan magang, Bunga terlibat dalam berbagai aktivitas kehumasan, mulai dari penyuntingan berita internal Suara Rimba, rekap berita internal dan eksternal, hingga dokumentasi kegiatan perusahaan. Dari keterlibatan tersebut, Bunga memahami bahwa fungsi humas tidak hanya sebatas menyampaikan informasi, tetapi juga mengelola pesan secara sistematis agar informasi yang dipublikasikan bersifat akurat, jelas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Penyuntingan berita menjadi salah satu tahapan krusial dalam proses komunikasi organisasi. Setiap naskah harus melalui pengecekan data, penyusunan struktur sesuai kaidah jurnalistik, serta penyesuaian bahasa agar mudah dipahami oleh publik. Tahapan ini berperan penting dalam menjaga kualitas informasi sekaligus mencegah terjadinya kesalahpahaman di masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada penulisan, Bunga juga terlibat dalam dokumentasi berbagai agenda perusahaan, baik kegiatan internal maupun eksternal, seperti kunjungan kerja, kegiatan sosial, hingga peringatan hari besar. Hasil dokumentasi tersebut kemudian diolah menjadi konten publikasi yang disebarkan melalui media digital resmi Perhutani. Hal ini menunjukkan bahwa di era digital, humas dituntut untuk bekerja cepat tanpa mengabaikan ketepatan dan konsistensi informasi.
Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa penyuntingan berita humas bukan sekadar memperbaiki tulisan, melainkan turut membentuk cara publik memandang sebuah instansi. Informasi yang disusun dengan baik akan lebih mudah dipahami dan dipercaya, sehingga berkontribusi dalam membangun citra positif perusahaan. Sebaliknya, pengelolaan informasi yang kurang tepat dapat memunculkan persepsi yang keliru di masyarakat.
“Melalui proses ini, saya mulai melihat bahwa setiap detail dalam penyuntingan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas informasi yang disampaikan kepada publik,” jelas Bunga sambil merapikan kerudungnya.
Kegiatan magang ini juga menjadi sarana pengembangan keterampilan, terutama dalam hal penulisan, ketelitian mengelola data, serta kemampuan bekerja sama dalam tim.
“Proses yang dijalani membuat saya semakin terbiasa menghadapi pola kerja yang dinamis dan menuntut ketepatan dalam setiap pekerjaan,” jelas Bunga dengan wajah serius.
Dari pengalaman tersebut, Bunga semakin memahami bahwa penyuntingan berita humas bukanlah pekerjaan yang sederhana, karena di balik setiap berita yang dipublikasikan terdapat proses yang berperan dalam menjaga kepercayaan publik sekaligus mendukung pembentukan citra dan reputasi Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur. [why]


