30 C
Sidoarjo
Thursday, April 30, 2026
spot_img

Menaker: Pelatihan Vokasi Faktor Penting Pacu Penyerapan Tenaga Kerja

Jakarta, Bhirawa

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menilai pelatihan vokasi menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja, terutama melalui penguatan link and match atau kesesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan industri.

“Di antara tantangan kita saat ini adalah masih terdapat kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dan kebutuhan industri. Hal ini perlu dijembatani melalui pelatihan vokasi yang berkualitas,” ujar Menaker dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Ia menekankan, program pelatihan perlu terus diperkuat agar selaras dengan kebutuhan industri, sehingga lulusannya siap kerja.

Lebih lanjut, Yassierli juga meminta instruktur meningkatkan kualitas pembelajaran dan memastikan peserta memiliki keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Ia mencontohkan serapan kebekerjaan lulusan pelatihan vokasi di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang, Banten, pada tahun 2025 yang mencapai 82 persen.

Menaker menilai, capaian itu menunjukkan bahwa pelatihan yang dilaksanakan telah sesuai dengan kebutuhan industri.

Ia pun berharap capaian tersebut dapat terus dijaga dan ditingkatkan, sehingga para alumni pelatihan di balai-balai Kemnaker semakin mampu memenuhi kebutuhan industri melalui penguatan link and match.

Dalam kunjungannya baru-baru ini, Yassierli juga meninjau langsung sejumlah workshop pelatihan di BBPVP Serang untuk memastikan kesesuaian proses pelatihan dengan kebutuhan industri.

Selain itu, ia pun meninjau pelaksanaan pelatihan serta kegiatan walk in interview yang mempertemukan langsung peserta dengan dunia usaha dan industri sebagai bagian dari upaya mempercepat penyerapan tenaga kerja.

Berita Terkait :  Sukses Jadi Pengusaha, Gilang Juragan 99 Ditunjuk sebagai Sekjen DEKOPIN dan Ketua Panitia Rapimnas 2025

Sebagai informasi, BBPVP Serang menyelenggarakan Pelatihan Vokasi Nasional Batch I pada 7 kejuruan dengan total 18 program yang disusun sesuai kebutuhan industri, meliputi Teknik Las, Teknik Listrik, Manufaktur, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Bisnis dan Manajemen, Fashion Technology, serta Teknologi Pengolahan Agroindustri.

Komposisi program pelatihan mencakup 5 program di bidang Teknik Las, 5 program Teknik Listrik, 3 program Manufaktur, 2 program TIK, 2 program Bisnis dan Manajemen, serta masing-masing 1 program pada Fashion Technology dan Teknologi Pengolahan Agroindustri. [ant.kt]

Berita Terkait

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!