Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, di sela panen padi di Desa Podorejo Kecamatan Sumbergempol, Senin (27/4).
Pemkab Tulungagung, Bhirawa.
Pemkab Tulungagung saat ini sedang menunggu bantuan pompa air dari Kementerian Pertanian (Kementan). Pompa air tersebut akan digunakan menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino.
“Kemarin sudah ada sosialisasi dari kementerian untuk menghadapi El Nino. Kita ada bantuan pompa air,” ujar Plt Bupati Tulungagung, Ahmad Baharudin, di sela panen padi di Desa Podorejo Kecamatan Sumbergempol, Senin (27/4).
Menurut dia, pompa-pompa air bantaun dari Kementerian Pertanian nantinya akan digunakan untuk areal persawahan yang masih belum ada saluran airnya. “Jadi sawah yang tidak teraliri air kita bantu dengan pompa air,” terangnya.
Plt Bupati Ahmad Baharudin juga meminta masyarakat Tulungagung tidak terlalu khawatir dengan El Nino. Apalagi, kebutuhan pangan sudah tercukupi untuk 11 bulan ke depan.
“Alhamdulilah kebutuhan pangan aman. Saat ini pun juga masih ada panen raya,” paparnya.
Ia berharap meski tahun ini dihadapkan dengan El Nino, tetapi produksi padi di Tulungagung tetap meningkat. Bahkan diharapkan dapat seperti tahun 2025 yang sampai surplus.
“Tahun lalu surplus. Harapannya tahun ini juga surplus. Tidak ada penurunan,” harapnya.
Sebelumnya, Direktur Pengadaan Perum Bulog, Prihasto Setyanto, di tempat yang sama mengakui ketahanan pangan secara nasional saat ini selama 11 bulan. Terlebih panen masih terus berlangsung, sehingga mem buat ketahanan pangan menjadi relatif ebih lama.
Saat ini saja, menurut dia, Bulog Jatim sudah memiliki cadangan beras 1,3 ton.
“Ini juga terbanyak dan tertinggi sepanjang sejarah,” katanya.
Bahkan Bulog Jatim juga memiliki cadangan bahan pangan lainnya selain beras, yakni jagung. Untuk komoditas jagung Bulog Jatim mempunyai cadangan sebanyak 55 ribu ton. [wed.hel]


