28 C
Sidoarjo
Friday, April 24, 2026
spot_img

Puluhan Siswa Kota Kediri Diduga Sakit Usai MBG, Satgas Evaluasi SPPG Tempurejo

Respon cepat Satgas MBG Kota Kediri menangani dugaan keracunan MBG di Ketami, kemarin.

Kota Kediri, Bhirawa
Puluhan siswa dari tiga sekolah dasar di Kota Kediri diduga mengalami gangguan kesehatan usai menyantap makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (22/4). Para siswa dilaporkan mengalami keluhan mual, muntah, pusing hingga demam.

Sebanyak 69 siswa yang mengalami keluhan tersebut berasal dari SDN Ketami 1, SDN Ketami 2, dan SDN Tempurejo 1. Menyikapi kejadian itu, Satuan Tugas (Satgas) MBG Kota Kediri bersama lintas sektor langsung melakukan penanganan serta evaluasi menyeluruh.

Kepala Bappeda Kota Kediri sekaligus Sekretaris Satgas Percepatan Penyelenggaraan MBG, Ferry Djatmiko, mengatakan laporan dari sekolah segera ditindaklanjuti Dinas Kesehatan dengan pengambilan sampel makanan.

“Dari hasil pemeriksaan, ditemukan adanya bakteri Escherichia coli atau E. coli yang mengindikasikan makanan tidak layak konsumsi. Satgas kemudian langsung melakukan observasi ke SPPG Tempurejo,” ujar Ferry, Jumat (24/4).

Ia menegaskan kondisi para siswa saat ini sudah terkendali. Tidak ada siswa yang menjalani perawatan inap dan sebagian besar telah membaik. Puskesmas setempat juga disebut proaktif melakukan pemeriksaan kesehatan.

Menurut Ferry, Pemerintah Kota Kediri bersama Satgas turut berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) guna melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG.

“Kami akan memperketat SOP monitoring dan evaluasi karena ditemukan indikasi pelanggaran. Namun program ini tetap baik dan akan terus kami kawal bersama,” tegasnya.

Berita Terkait :  IGTKI Sidoarjo Serukan Bahaya Kecanduan Gadget bagi Anak Usia Dini

Sementara itu, Koordinator SPPG Wilayah Kota Kediri, Armeityansyah Wahyudi Putra, menyebut hasil investigasi menemukan adanya ketidaksesuaian prosedur dalam proses pengolahan makanan.

“Ditemukan pelanggaran SOP, terutama pada waktu pengolahan makanan yang tidak sesuai ketentuan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, uji organoleptik seharusnya dilakukan di setiap tahapan, mulai setelah makanan dimasak, sebelum distribusi, hingga saat diterima di lokasi tujuan. Namun dalam pemeriksaan ditemukan ada tahapan yang terlewat.

Sebagai tindak lanjut, operasional SPPG Tempurejo dihentikan sementara untuk proses evaluasi lanjutan. Distribusi makanan selanjutnya dialihkan ke SPPG lain agar layanan MBG tetap berjalan.

“SPPG Tempurejo ditutup sementara, dan distribusi dialihkan ke SPPG lain agar layanan tetap berjalan,” ujarnya.

Di sisi lain, Satreskrim Polres Kediri Kota juga mulai melakukan penyelidikan terkait peristiwa tersebut.

Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP Achmad Elyasarif Martadinata mengatakan pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak.

“Kami mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak. Saat ini fokus utama adalah memantau kondisi kesehatan para korban,” kata AKP Achmad Elyasarif.

Ia menambahkan, apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum, pihak kepolisian akan menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.(van,nov.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!