27 C
Sidoarjo
Tuesday, April 21, 2026
spot_img

Dindik Jatim Perluas Manfaat Pelatihan dan Sertifikasi LSK PTKK

Puluhan Guru SLB Dibekali Kompetensi Vokasi

Dindik Jatim, Bhirawa
Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur melalui UPT Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan (PTKK) memperluas jangkauan pelatihan dan sertifikasi Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK). Jika sebelumnya difokuskan pada siswa dan guru SMK dan program SMA Double Track, kini pelatihan juga menyasar guru Sekolah Luar Biasa (SLB).

Sebanyak 45 guru SLBN mengikuti pelatihan dan sertifikasi di UPT PTKK pada tiga bidang kompetensi, yakni tata busana, tata boga, dan tata kecantikan. Selain itu, 15 guru SMK juga mengikuti pelatihan dan sertifikasi di bidang Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU). Kegiatan ini berlangsung pada 15-22 April 2026.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan fasilitas yang dimiliki UPT PTKK selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, menurutnya, sarana dan peralatan yang tersedia tergolong lengkap dan modern untuk mendukung pengembangan kompetensi vokasi.

“Fasilitas di UPT PTKK ini sangat lengkap dan canggih. Kami ingin ini tidak hanya dimanfaatkan untuk siswa SMK, tetapi juga menjadi pusat pengembangan kompetensi bagi guru, termasuk guru SLB yang selama ini lebih banyak memiliki latar belakang akademik,” ujarnya, Selasa (21/4).

Ia menegaskan, pelibatan guru SLB menjadi penting agar mereka mampu membekali siswa berkebutuhan khusus dengan keterampilan vokasi. Hal ini dinilai krusial karena siswa SLB memiliki potensi dan minat untuk berwirausaha meski dengan berbagai keterbatasan.

Berita Terkait :  Perluas Informasi Pendidikan, DPD RI Gelar Festival Beasiswa

“Melalui pelatihan ini, kami ingin menghubungkan guru SLB dengan ekosistem vokasi yang ada di PTKK, mulai dari fasilitas, bidang kompetensi, hingga trainer yang mumpuni, sehingga mereka bisa mendampingi siswa hingga siap kerja atau berwirausaha,” tambahnya.

Aries juga mendorong kolaborasi antarunit di lingkungan Dindik Jatim agar pengembangan kompetensi pendidikan dapat berjalan optimal. Ia berharap UPT PTKK terus berinovasi dan menjadi solusi bagi sekolah yang memiliki keterbatasan sarana dan prasarana praktik.

Selain itu, program ini juga diharapkan memperkuat pelaksanaan SMA Double Track, yang memberikan bekal keterampilan tambahan bagi siswa. Dengan dukungan fasilitas PTKK melalui program pelatihan MJC (Millenial Job Center), siswa dapat memperoleh pengalaman praktik di berbagai bidang seperti desain komunikasi visual, fotografi, tata boga, tata kecantikan, dan tata busana.

“Ini menjadi modal penting bagi siswa, terutama yang tidak melanjutkan ke perguruan tinggi, agar memiliki kompetensi dan daya saing di dunia kerja,” jelasnya.

UPT PTKK, lanjut Aries, juga diharapkan menjalin kerjasama dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Mengingat selama ini ITS membantu penyelenggaraan program SMA Double Track dan PROTEG (Program Terapan Ekonomi Guru) bagi guru honorer.

Bagi program PROTEG, guru bisa memanfaatkan sarpras untuk praktek untuk mendukung pengembangan usaha mereka. “Nantinya orang akan melihat manfaat UPT PTKK yang tidak hanya sekedar gedung dan fasilitas tapi mempunyai kolaborasi yang signifikan dalam pengembangan ilmu dan kompetensi vokasi bagi dunia pendidikan di Jatim,” pungkasnya.

Berita Terkait :  Tingkatkan Literasi Siswa Sekolah Dasar, Sharp Kembali Hadirkan Sharp Mobile Learning Station

Sementara itu, Nugroho, guru keterampilan tata boga dari SLBN Sumbang Bojonegoro, mengaku pelatihan tersebut sangat membantu meningkatkan kapasitasnya. Selama ini, ia mengajar secara otodidak tanpa pernah mengikuti pelatihan serupa. Selama tujuh hari Nugroho mendapatkan pelatihan keterampilan Pastry dan Bakery.

“Ini pengalaman pertama kami mengikuti pelatihan. Banyak ilmu yang bisa langsung dipraktikkan ke siswa, terutama di bidang pastry dan bakery,” ungkapnya.

Ia menambahkan, keterbatasan sarana dan prasarana di sekolah membuat pembelajaran praktik selama ini masih sederhana. Dengan pelatihan ini, ia berharap dapat mengembangkan metode pembelajaran yang lebih variatif dan sesuai dengan kebutuhan siswa berkebutuhan khusus. “Ilmu yang kami dapatkan di sini akan kami modifikasi dan implementasikan ke siswa. Mereka punya kesempatan dan daya saing yang sama di dunia kerja,” pungkasnya. [ina.wwn]

Berita Terkait

6 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!