Kabupaten Malang, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang berencana mereplikasi sistem tata kelola pemerintahan yang diterapkan oleh Pemkab Sumedang, Jawa Barat. Langkah ini diambil setelah adanya pertukaran pengalaman terkait manajemen keuangan daerah yang transparan serta pengembangan sektor pariwisata.
Kunjungan Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib, ke Sumedang pada Sabtu (18/4) merupakan respons atas undangan Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir. Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai program unggulan yang dinilai berhasil dan berpotensi diterapkan di Malang.
“Kami datang untuk mempelajari dan berniat mereplikasi sistem yang ada di Sumedang. Fokus utamanya adalah pada tata kelola pemerintahan berbasis digital (e-government), transparansi pengelolaan APBD, serta pengembangan pariwisata yang berkelanjutan,” ujar Lathifah kepada wartawan, Minggu (19/4).
Salah satu poin utama yang menjadi sorotan adalah sistem transparansi keuangan daerah. Di Sumedang, prinsip yang dipegang teguh adalah “uang rakyat harus kembali untuk rakyat”, di mana alur anggaran dibuat sangat jelas dan terbuka.
Masyarakat tidak hanya bisa melihat berapa pemasukan dan pengeluaran daerah, tetapi juga memantau progres kinerja setiap dinas secara real time. Hal ini memungkinkan publik ikut mengawasi penggunaan anggaran negara setiap saat.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Sumedang memiliki platform khusus bernama CC Sumedang yang bisa diakses melalui laman cc.sumedangkab.go.id . Selain itu, tersedia juga layanan interaktif melalui Aplikasi WA Kepo di nomor 081122202220. Melalui kanal ini, warga bisa melihat data anggaran, realisasi belanja, pendapatan, hingga Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dengan mudah.
Berkat keterbukaan informasi ini, Sumedang pun berhasil meraih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Jawa Barat 2025.
Selain soal keuangan, model pengembangan pariwisata Sumedang juga menjadi perhatian. Mereka menerapkan konsep kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan akademisi untuk menciptakan destinasi wisata yang kreatif dan inovatif.
Contoh nyatanya adalah program revitalisasi kawasan wisata seperti Cisema, serta hadirnya destinasi wisata malam unggulan seperti Jans Park dengan konsep Glow Galaxy yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat dan UMKM.
Tidak hanya itu, Sumedang juga menjalin kerja sama strategis dengan National Hotel Institute (NHI) Bandung melalui penandatanganan MoU. Kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di bidang pariwisata dan menjadikan wilayahnya sebagai laboratorium pariwisata.
“Bukti keberhasilan tata kelola ini terlihat dari kinerja APBD. Per 30 Maret 2026, realisasi pendapatan daerah tahun 2025 sudah mencapai Rp2,904 triliun atau 98,69 persen. Penyerapan anggaran yang baik ini menempatkan Sumedang masuk dalam 20 besar nasional,” pungkas Lathifah. [cyn.kt]


