29 C
Sidoarjo
Friday, April 17, 2026
spot_img

Pemkab Bojonegoro Canangkan Desa Cantik, Dorong Jadi Pusat Data dan Unggulan Kecamatan

Pemkab Bojonegoro, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mencanangkan Desa Cantik (Cinta Statistik) sebagai upaya memperkuat tata kelola data di tingkat desa. Kegiatan ini digelar di Ruang Angling Dharma, Kantor Pemkab Bojonegoro, Rabu (15/4).

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah menegaskan, pentingnya pengembangan desa unggulan di setiap kecamatan sesuai arahan Bupati Setyo Wahono. Desa-desa di Bojonegoro perlu memiliki karakteristik dan keunggulan masing-masing agar mampu menjawab tantangan pembangunan, termasuk dinamika global.

Dalam kesempatan itu, Nurul mencontohkan, tiga desa yang telah menunjukkan potensi unggulan di wilayahnya, yakni Desa Rendeng di Kecamatan Malo dengan potensi kerajinan gerabah, Desa Pakuwon di Kecamatan Sumberejo dengan sumber daya air bersih, serta Desa Sonorejo di Kecamatan Padangan yang mengandalkan sektor wisata.

”Terima kasih kepada desa yang telah memulai keunggulan di tiap kecamatan agar memiliki produk unggulan sesuai arahan Bapak Bupati. Saat ini sudah ada tiga desa, maka 25 kecamatan lainnya diharapkan segera memiliki keunggulan masing-masing,” ujarnya.

Nurul juga menyinggung pentingnya perencanaan pembangunan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) yang responsif terhadap isu strategis global, termasuk dampak dinamika geopolitik internasional.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro, Syawaluddin Siregar menjelaskan bahwa program Desa CANTIK telah berjalan sejak 2021 hingga 2025. Sebelumnya, sebanyak 13 desa telah mendapatkan pelatihan intensif terkait penguatan literasi dan pengelolaan data statistik.

Berita Terkait :  Pet Expo 2025, Sharp Hadir Lebih Dekat dengan Pecinta Hewan Peliharaan

Pada tahun 2026, tiga desa tersebut yakni Desa Rendeng, Desa Pakuwon, dan Desa Sonorejo resmi ditetapkan sebagai Desa Cinta Statistik, sekaligus menjadi desa ke-14, 15, dan 16 dalam program tersebut di Kabupaten Bojonegoro.

Syawaluddin menegaskan, desa merupakan produsen data dasar pembangunan. Karena itu, kualitas data desa menjadi kunci ketepatan kebijakan daerah.

”Desa CANTIK bukanlah beban administrasi, melainkan investasi jangka panjang. Kita perlu mengubah cara pandang dari desa sebagai objek pendataan menjadi subjek pengelola data,” kata Syawaluddin.

Syawaluddin menambahkan, penguatan standar data melalui metadata, peningkatan literasi aparatur desa, serta integrasi teknologi informasi menjadi fondasi penting dalam membangun kebijakan berbasis bukti.

Acara ini juga diisi dengan penyerahan piagam penghargaan Desa Cinta Statistik dan penghargaan Agen Statistik kepada perwakilan desa, yakni Robert (Desa Rendeng), Ahmad (Desa Pakuwon), dan Anang (Desa Sonorejo). [bas.fen]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!