Kediri, Bhirawa
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, menegaskan bahwa lokasi pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama hingga kini masih belum diputuskan.
Pernyataan itu disampaikan usai menghadiri kegiatan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, Selasa (14/4) sore. Ia menyebut, proses penentuan masih berada pada tahap awal dengan berbagai usulan yang masuk dari sejumlah pihak. “Belum ada keputusan, belum ada keputusan. Ini baru usul sana, usul sini, tapi belum diputuskan,” ujar Gus Yahya.
Menurutnya, keputusan terkait lokasi Muktamar akan diambil melalui mekanisme musyawarah bersama para kiai sepuh dan jajaran Mustasyar, sebagai bagian dari tradisi kolektif di lingkungan NU.
“Nanti akan diputuskan bersama-sama dengan para kiai sepuh, bersama-sama dengan para Mustasyar, sebagaimana yang diminta oleh para kiai sepuh dalam pertemuan-pertemuan yang telah dilakukan selama ini,” jelasnya.
Gus Yahya menambahkan, hingga saat ini belum ada satu pun lokasi yang mengerucut menjadi pilihan. Sejumlah pondok pesantren disebut telah mengajukan diri sebagai tuan rumah, termasuk Pondok Pesantren Lirboyo yang diusulkan oleh Nurul Huda Djazuli. “Usulannya dari mana-mana, ada Lirboyo diusulkan, ada yang lain minta, banyak,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan adanya aspirasi dari warga Nahdliyin agar Muktamar mendatang digelar di lingkungan pondok pesantren. Selain faktor tempat, aspek legitimasi dinilai menjadi pertimbangan penting dalam penentuan lokasi.
PBNU memastikan seluruh usulan yang masuk akan dikaji secara matang sebelum diputuskan melalui forum musyawarah bersama para kiai sepuh, dengan mempertimbangkan tradisi organisasi, legitimasi, serta aspirasi warga. [van/nov.wwn]


