Oleh:
Sawawi, Kabupaten Situbondo
Akhir pekan kemarin, Kota Situbondo dibanjiri ratusan pohon bonsai. Dari harga jutaan hingga miliaran dipajang rapi di alun alun Kota Situbondo. Tak ketinggalan para pecinta pohon bonsai juga tumplek blek melihat kontes pohon bonsai.
Presiden Rumah Bonsai Indonesia (RUBI) sekaligus Kepala BKN, Prof Dr Zudan Arif Fakrulloh, secara resmi membuka Festival Bonsai Nusantara “Bupati Cup 1” di alun-alun Kota Situbondo, pada Jumat (10/4) malam lalu.
Acara tersebut menandai kebangkitan penghobi bonsai di kawasan Situbondo setelah sempat vakum beberapa dekade terakhir ini. Dari data yang ada, Kabupaten Situbondo menggelar festival bonsai terakhir kali pada tahun 2016 lalu.
Didampingi oleh Bupati Situbondo, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, Prof Zudan mengapresiasi langkah pemerintah daerah, yang menghidupkan kembali ajang bergengsi ini. Padahal terakhir kali, festival serupa digelar pada tahun 2016 silam.
“Terima kasih kepada Mas Rio yang sudah menghidupkan kembali festival ini setelah 10 tahun vakum. Dalam waktu persiapan satu bulan saja, sudah terkumpul 500 pohon dari berbagai daerah seperti Bengkulu, Bali, Jakarta, hingga Lombok. Ini bukti Situbondo punya daya tarik luar biasa,” ujar Prof Zudan.
Festival ini, aku Prof Zudan, memamerkan beragam jenis bonsai unggulan, mulai dari Sancang, Santigi, Anting Putri, Waru, hingga Beringin. “Nilai ekonominya pun tidak main-main; harga pohon yang dipamerkan bervariasi mulai dari belasan juta hingga menyentuh angka Rp 1 miliar per pohon bonsai,” aku Prof Zudan.
Ditengah pajangan ratusan pohon bonsai, Prof Zudan sempat berkelakar mengenai kualitas bonsai yang dipamerkan di alun-alun Kota Situbondo. “Saya tadi menawar borongan sampai Rp 1,2 miliar, tapi tidak dilepas. Kalau dikasih, saya yakin pasti untung besar, karena kualitasnya sangat layak jual,” beber Prof Zudan.
Melihat besarnya animo peserta, Prof Zudan mendorong Situbondo untuk bertransformasi menjadi The City of Bonsai. Tujuannya agar para kolektor tidak perlu lagi mencari bonsai hingga ke luar negeri seperti Jepang atau Taiwan, melainkan cukup datang ke Situbondo.
“Ini bisa menjadi sektor ekonomi kreatif yang sangat kuat. Kita sering tidak sadar memiliki sesuatu yang besar di sekitar kita,” tegas Prof Zudan.
Menanggapi tantangan tersebut, Bupati Yusuf Rio Wahyu Prayogo berkomitmen menjadikan festival ini sebagai agenda tahunan. Mas Rio berambisi menjadikan Situbondo sebagai rujukan utama pecinta bonsai nasional.
“Kami mengagendakan Festival Bonsai Nusantara RUBI ini rutin setiap tahun. Ke depan, kami ingin alun-alun Situbondo selalu dipenuhi keindahan bonsai agar target menjadi ‘Kota Bonsai’ segera terwujud dengan baik,” pungkas Mas Rio, saat mendampingi Prof Zudan. [awi.gat]


