29 C
Sidoarjo
Monday, April 13, 2026
spot_img

Potensi Kesia-siaan MBG

Progam MBG (Makan Bergizi Gratis), mulai menuai kritisi tajam dari kalangan se-bidang fungsi, pilar utama ketahanan pangan. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyoroti potensi pemborosan pangan dalam MBG bisa mencapai 1,4 juta ton per-tahun. Setara dengan 1,4 milyar porsi makanan. Sehingga potensi pemborosan bernilai Rp 14 trilyun. Sehingga Bapans merekomendasikan pengawasan ketat, dan perbaikan rantai pasok. Serta akurasi data penerima, khususnya menghindari mens-rea Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Bapanas memapar realita, bahwa tidak seluruh menu makanan bisa diterima dengan baik oleh penerima manfaat. Sebagian tidak habis dimakan. Bahkan yang baik-baik juga ditolak. Lebih lagi yang menyebabkan keracunan masal. Sehingga Bapanas memperkirakan “pemborosan” pangan MBG, sangat besar. Mencapai 1,4 juta ton per-tahun. Setara dengan 1,4 milyar porsi makan MGB. Menyebabkan kecenderungan sampah makanan kian meningkat.

Tanpa MBG sampah makanan yang terbuang sia-sia, selama tahun 2025, diperkirakan sebesar 40,75% porsi. Mencapai bobot seberat 10 juta ton. Berdasar data Kemnterian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), daerah dengan penduduk padat menyumbang angka sampah makanan paling besar. Yakni, Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur. Terutama sampah dari restoran dan hotel, menduduki peringkat indeks tertinggi.

Bahkan menurut catatan Gastronomi Community, pada tahun 2025 Indonesia menyumbang 48 juta ton sisa makanan setiap tahun. Sisa makanan ini bisa muncul dari berbagai bentuk. Misalnya makanan tersisa karena penyajian berlebihan atau leftover. Serta makanan yang terbuang akibat kesalahan perencanaan, distribusi. Juga manajemen konsumsi yang dikenal sebagai food waste. Yakni makanan terbuang karena tidak dihabiskan, dan kedaluwarsa. Termasuk pada setiap hajatan.

Berita Terkait :  PDAM Sidoarjo Dibuat Kalang Kabut, Sampah Menyumbat IPA Tawangsari

Ironisnya, menurut World Resources Institute (WRI), limbah makanan ternyata menyumbang sekitar 8% emisi gas rumah kaca global. Sebagian besar emisi tersebut berasal dari gas metana (CH4), akibat pembusukan sisa makanan. Gas metana, merupakan hidro-karbon sederhana, tak berwarna, tidak berbau, dan mudah terbakar. Dikenal pula sebagai gas rumah kaca sangat kuat (dengan 30-80 kali lebih efektif) yang memiliki daya perangkap kuat panas. Sehingga memiliki efek kuat terhadap pemanasan global.

Realitanya, tidak seluruh porsi dihabiskan oleh anak-amak SD hingga SLTA. Terutama di kota-kota besar, sisa makanan MBG sangat besar. Bahkan banyak yang tidak diambil (namun masih bisa di-sedekah-kan, karena masih utuh). Bapanas meng-kalkulasi dengan mudah. Jika setara dengan 1,4 milyar porsi, berarti nilainya Rp 14 trilyun per-tahun. Maka wajar Bapanas meng-ingatkan perlu pengawasan ketat, seerta peningkatan akurasi data penerima, dan perbaikan rantai pasok.

“Warning” Bapanas tidak bisa dianggap sepele. Karena memiliki fungsi sebagai pelaksana kebijakan pangan, yang meliputi ketersediaan, stabilisasi pasokan dan harga. Tugasnya menwujudkan kedaulatan, ketahanan dan kemandirian pangan nasional. MBG bisa saja “bersinggungan” dengan Bapanas, berkait dengan rantai pasok bahan pangan. Seluruhnya (beras, dan laukpauk) merupakan tanggungjawab Bapanas.

Makan Bergizi Gratis (MBG) bagai tak pernah sepi masalah sepanjang pelaksanaan, sejak awal. Menu menjadi masalah paling krusial. Hingga pertengahan April 2026, akumulasi korban keracunan MBG diperkirakan mencapai setidaknya 34 ribu pelajar di seluruh Indonesia. Rata-rata korban per-bulan pada 2026 mencapai 2.378 siswa, lebih tinggi dibandingkan rata-rata tahun lalu.

Berita Terkait :  Kolaborasi PT PIM dan Kodim 0815/Mojokerto Wujudkan Rumah Layak Huni Warga Jasem

Kritisi paling riil, adalah pengurusan SLHS (Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi). Hingga kini hanya 2.138 dapur SPPG (5,9%) saja yang memiliki SLHS dari sekitar 36 ribu dapur. Begitu pula hanya 6,5% (2.340 unit) dapar SPPG yang memiliki sertifikasi produk halal. “Rapor merah” buat MBG

——— 000 ———

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!