26 C
Sidoarjo
Tuesday, April 7, 2026
spot_img

Ketelitian dan Penguasaan Teknik Kunci Lolos LKS Dikmen Nasional Fashion Technology


Surabaya, Bhirawa
Adu kreatifitas dan ketelitian teknik jadi poin penting dalam bidang lomba kompetenso Fashion Technology LKS Dikmen tahun ini . Berbeda dengan sebelumnya, tahun ini penggunaan tools aplikasi digital untuk desain busana diterapkan untuk bidang lomba ini. Dengan integrasi desain digital, penilaian proses yang lebih komprehensif, hingga standar finishing yang mendekati level profesional jadi kriteria unggul agar murid bisa lolos ditingkat LKS Dikmen Nasional.

Founder dan CEO Kekean Grup yang juga Juri Koordinator LKS Bidang Fashion Technology tingkat Provinsi, Ahmad Nur Hasyim mengungkapkan dalam lomba bidang kompetensi Fashion Technology bahwa pembaruan paling signifikan terletak pada modul 1 Desain Digital.

“Kalau tahun sebelumnya modul 1 menggunakan desain manual, tahun ini seluruh peserta harus menggunakan tools aplikasi digital untuk mendesain atau menggambar busana. Tidak hanya hasil akhir, seluruh proses juga dinilai, termasuk pengukuran hingga ketepatan pengerjaan,” ujarnya, Selasa (7/4).

Ia menjelaskan, pada tingkat nasional terdapat empat modul utama dengan bobot penilaian tertinggi pada keterampilan menjahit dan penyelesaian akhir. Selain itu, aspek pola dan peletakan kain menjadi penentu penting, terutama dalam menghasilkan busana yang presisi dan proporsional.

Menurutnya, tantangan terbesar bagi peserta justru terletak pada keterbatasan waktu. Dalam standar profesional, pembuatan satu jas tailor idealnya membutuhkan waktu 12 hingga 15 jam. “Dengan waktu yang lebih singkat di tingkat provinsi, peserta dituntut tetap mampu menjaga kualitas. Ini yang menjadi tantangan sekaligus pembeda,” tambahnya.

Berita Terkait :  Kapolres Madiun: Gerakan Pangan Murah, Wujud Kepedulian Kesejahteraan Masyarakat

Ia juga menyoroti perbedaan karakter penilaian antara jenis busana. Pada kategori gaun (dress) yang digunakan dalam lomba Fashion Technology tahun lalu unsur subjektivitas desain masih cukup dominan. Namun untuk jas, standar teknik tailoring menjadi acuan utama. “Finishing harus benar-benar rapi. Ini bukan sekadar desain, tapi presisi teknik,” tegasnya.

Menariknya, sistem “mystery box” yang sebelumnya kerap digunakan sebagai elemen kejutan kini ditiadakan. Langkah ini diambil untuk memberi ruang lebih luas bagi peserta dalam mengeksplorasi kreativitas. “Kami ingin mereka datang dengan seribu satu ide desain, bukan bergantung pada undian,” jelasnya.

Pada tingkat nasional, peserta juga akan menghadapi tambahan modul draping atau moulage yakni teknik membentuk pola langsung pada manekin untuk menghasilkan siluet tiga dimensi yang akurat sebelum proses pemotongan kain.

Sementara itu, juri kompetisi, Anggun Nurdila, yang juga peraih berbagai prestasi internasional, menilai bahwa kompetisi saat ini mengalami perkembangan signifikan, baik dari sisi kualitas soal maupun atmosfer persaingan. Sayangnya hal tersebut tidak dibarengi motivasi kuat murid.

Ia tercatat sebagai peraih medali keunggulan di ajang World Skills 2017, emas ASEAN Skills 2016, serta juara LKS Nasional 2014. “Dari segi kompetensi, sebenarnya tidak jauh berbeda. Namun tekanan di level dunia jauh lebih besar. Dibutuhkan kesiapan mental, bukan hanya kemampuan teknis,” ungkapnya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas peserta tidak bisa hanya mengandalkan pembelajaran di sekolah. Keterlibatan tenaga ahli dari industri serta dukungan alumni menjadi faktor penting dalam membangun kesiapan kompetitor. “Pelatihan harus diperbanyak.Tidak cukup dari guru saja, perlu kolaborasi dengan praktisi. Motivasi juga harus diperkuat,” tegasnya.

Berita Terkait :  Beri Bantuan Hukum Warga Miskin, Ferari Unars Adakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat

Lebih jauh, Anggun juga menyoroti pentingnya motivasi bagi generasi saat ini. Menurutnya, pemahaman akan reward dan peluang masa depan perlu terus ditanamkan agar semangat berkompetisi tetap terjaga. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!