Kediri, Bhirawa
Pemerintah Kota Kediri menyiapkan berbagai langkah lintas sektor untuk menghadapi arus mudik dan balik Lebaran 2026. Kesiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektor Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar di Ruang Rupatama Polres Kediri Kota.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak menyusul meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Memasuki 10 hari terakhir Ramadan, mobilitas di Kota Kediri mulai meningkat. Ini menjadi sinyal bagi kita semua untuk mempersiapkan situasi menjelang Idulfitri,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Polres Kediri Kota dan Kodim 0809/Kediri atas dukungan dalam menjaga kondusivitas Kota Kediri setiap momen Lebaran.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik pada musim Lebaran tahun ini diproyeksikan mencapai sekitar 143,9 juta orang. Jawa Timur menjadi tujuan pemudik terbanyak kedua di Indonesia setelah Jawa Barat. Kondisi tersebut membuat Kota Kediri diperkirakan turut menjadi daerah tujuan maupun tempat singgah para pemudik.
Untuk itu, Pemkot Kediri menyiagakan personel dari berbagai instansi, seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran, dan BPBD, yang akan berkolaborasi dengan TNI dan Polri.
“Hal ini untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas, keamanan, layanan kesehatan, hingga ketersediaan logistik seperti pangan dan BBM,” jelas Vinanda.
Selain itu, Pemkot Kediri tetap mengoperasikan Area Traffic Control System (ATCS) untuk pengaturan lalu lintas serta kanal aduan Lapor Mbak Wali 112 sebagai sarana pelaporan kondisi darurat bagi masyarakat dan pemudik.
“Pada puncak arus mudik dan balik, kami berharap semua pihak meningkatkan kewaspadaan, fokus, dan koordinasi terhadap potensi kerawanan seperti kriminalitas, kemacetan, maupun kecelakaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kapolres Kediri Kota AKBP Anggi Saputra Ibrahim menyampaikan Operasi Ketupat Semeru merupakan operasi kemanusiaan yang bertujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat selama periode Lebaran.
“Momentum Idulfitri selalu diikuti peningkatan mobilitas masyarakat. Karena itu diperlukan sinergi seluruh stakeholder agar pengamanan berjalan optimal dan Kota Kediri tetap kondusif,” kata AKBP Anggi.
Ia menambahkan sejumlah fokus pengamanan dalam operasi tersebut, antara lain rekayasa lalu lintas dan jalur alternatif, pengamanan tempat ibadah termasuk pelaksanaan Salat Id, pengamanan pusat keramaian seperti terminal, stasiun, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata, serta pengendalian stabilitas bahan pokok dan kesiapsiagaan menghadapi bencana maupun kondisi darurat.
Rakor juga diisi paparan dari sejumlah instansi terkait, di antaranya Kabag Ops Polres Kediri Kota, Dinas Perhubungan Kota Kediri, Dinas Kesehatan, BPBD, BMKG, Stasiun Kota Kediri, serta Dinas PU Bina Marga Jawa Timur. [van.nov.kt]


