26 C
Sidoarjo
Tuesday, March 3, 2026
spot_img

Unesa Gelar Program Mengaji Al-Qur’an Bahasa Isyarat Ramadan


Surabaya, Bhirawa
Unversitas Negeri Surabaya (Unesa) mengadakan program “Mengaji Al-Qur’an Bahasa Isyarat” sepanjang Ramadan 2026 sebagai wujud nyata kampus ramah disabilitas di Masjid Baitul Makmur, Kampus Unesa Ketintang, Surabaya.

Kegiatan merupakan kolaborasi strategis antara Komunitas Tuli, Unit Kegiatan Kerohanian Islam (UKKI), dan Pusat Unggulan Iptek (PUI) Disabilitas Unesa, Selasa (3/3).

Kasubdit PUI Disabilitas Unesa, Budiyanto mengatakan program ini memperkuat literasi keagamaan yang inklusif dan berkelanjutan, dimana mengaji tidak sekadar rutinitas semata, tetapi upaya meningkatkan ketakwaan dan spiritual mahasiswa disabilitas secara setara.

“Kita mungkin mengaji itu sederhana, tapi bagi teman-teman disabilitas ini ialah bentuk ibadah sekaligus upaya meningkatkan kesejahteraan spiritual, kampus ingin memastikan Ramadan dapat dijalani secara setara dan bermakna,” ucapnya.

Lanjut Budiyanto menjelaskan Program ini sejak 2024, berjalan efektif sejak tahun lalu ini diikuti sekitar 30 pendaftar pada tahun ini. “Mayoritas peserta merupakan mahasiswa tuli Unesa, kelas ini juga terbuka bagi masyarakat umum yang ingin bergabung, penggerak kegiatan adalah Komunitas Tuli Unesa, dengan pengajar yang terdiri dari mahasiswa tingkat akhir yang telah tersertifikasi dalam penguasaan bahasa isyarat Al-Qur’an,” katanya.

Budiyanto menambahkan metode pembelajaran secara adaptif dengan pendekatan visual dan gestural, berbeda dengan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) konvensional yang menggunakan metode oral, kelas ini menitikberatkan pada visualisasi gerakan tangan yang merepresentasikan huruf hijaiyah.

Berita Terkait :  Dandim Surabaya Pastikan Kebersihan Dapur MBG

“Pengajar mengabungkan standar bahasa isyarat Arab dengan penyesuaian konteks Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) suoaya mudah dipahami,” imbuhnya.

Sementara itu, mahasiswa S-1 Pendidikan Luar Biasa (PLB) sekaligus pendiri Komunitas Tuli Unesa, Akbar, menyampaikan perjuangannya merintis program sejak 2024, berawal belajar secara mandiri supaya menjadi instruktur mengaji isyarat yang kompeten.

“Awalnya belajar secara mandiri agar bisa menjadi pengajar, dan sekarang sukur berjalan rutin setiap Ramadan, para peserta dipandu melafalkan huruf hijaiyah melalui bahasa isyarat dan diminta maju satu per satu untuk memperagakan hafalan mereka,” ujar Akbar.

Akbar menceritakan bahwa melalui inisiatif ini Unesa sukses menghadirkan ekosistem ibadah yang aksesibel, membuktikan praktik keagamaan dapat dijalankan secara adaptif tanpa mengurangi esensi spiritualitas. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!