Surabaya, Bhirawa
Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur menyatakan nilai impor Jawa Timur pada Januari 2026 meningkat 12,01 persen dibanding periode sama 2025 yaitu dari 2,27 miliar dolar AS menjadi 2,55 miliar dolar AS dipicu impor sektor nonmigas.
“Peningkatan ini dipicu oleh menguatnya kinerja impor sektor nonmigas yang tumbuh 18,13 persen dari 1,82 miliar dolar AS menjadi 2,15 miliar dolar AS,” kata Statistisi Ahli Madya BPS Jatim Ike Rahayu Sri di Surabaya, Senin.
Di sisi lain, impor migas turun 12,41 persen dibanding Januari 2025 dari 455,56 juta dolar AS menjadi 399,01 juta dolar AS, karena turunnya impor komoditas hasil minyak dan gas masing-masing 22,32 persen dan 8,85 persen.
Nilai impor migas komoditas hasil minyak pada Januari 2026 mencapai 246,78 juta dolar AS dan impor gas sebesar 102,62 juta dolar AS, dan sedangkan impor minyak mentah masih meningkat 96,12 persen.
Dari sepuluh komoditas dengan nilai impor nonmigas terbesar, peningkatan tertinggi pada perhiasan/permata (HS 71) sebesar 147,61 juta dolar AS naik 28 persen dibandingkan Januari 2025 dengan mayoritas berasal dari Uni Emirat Arab mencapai 69,39 juta dolar AS.
Perlengkapan listrik (HS 85) naik 33,55 juta dolar AS atau 46,82 persen serta komoditas biji dan buah mengandung minyak (HS 12) naik sebesar 22,17 juta dolar AS atau 40,07 persen.
Komoditas mesin dan perlengkapan listrik paling banyak diimpor dari Tiongkok mencapai 63,71 juta dolar AS sedangkan komoditas biji dan buah mengandung minyak (HS 12) mayoritas diimpor dari Amerika Serikat mencapai 44,82 juta dolar AS.
Sementara komoditas yang mengalami penurunan adalah besi dan baja (HS 72) turun 29,34 persen dari 125,77 juta dolar AS menjadi 88,87 juta dolar AS serta pupuk (HS 31) turun 2,23 persen dari 97,30 juta dolar AS menjadi 95,13 juta dolar AS.
Impor dari sepuluh golongan barang (HS 2 digit) di atas memberikan kontribusi 59,12 persen terhadap total impor nonmigas sedangkan dari sisi pertumbuhan naik 24,44 persen dibandingkan periode sama 2025.
Selama Januari 2026, impor Jatim masih didominasi oleh golongan bahan baku dan penolong dengan nilai mencapai 2 miliar dolar AS yang berkontribusi sebesar 78,68 persen terhadap total nilai impor Jatim.
Impor golongan barang modal merupakan golongan barang paling mendominasi pada urutan berikutnya, dengan nilai impor mencapai 0,28 miliar dolar AS atau dengan peranan sebesar 10,90 persen.
Terakhir, golongan barang konsumsi merupakan kelompok impor terkecil dengan peranan sebesar 10,41 persen atau dengan nilai mencapai 0,26 miliar dolar AS. [ant.kt]


