Jember, Bhirawa
Migrant Care Jember membuka kanal pengaduan untuk pekerja migran Indonesia (PMI) yang berada di Timur Tengah terutama di Iran, menyusul meningkatnya konflik dan eskalasi di kawasan itu.
“Kami menyatakan keprihatinan dan membuka kanal pengaduan, mengingat banyak pekerja migran asal Kabupaten Jember yang bekerja di beberapa negara Timur Tengah,” kata Koordinator Wilayah Migrant Care Jember Bambang Teguh Karyanto saat dikonfirmasi melalui telepon, Minggu.
Sebagai organisasi yang bekerja untuk advokasi pekerja migran, lanjut dia, eskalasi yang terjadi bisa berdampak langsung bagi para pekerja migran yang berada di kawasan tersebut.
“Kondisi yang penuh ketidakpastian, dicekam rasa ketakutan dan berada di lokasi yang dekat dengan lokasi konflik akan membuat mereka merasa tidak aman dan merasa dalam ancaman,” katanya.
Atas situasi tersebut, Migrant Care meminta pemerintah untuk memastikan kondisi pekerja migran Indonesia di Timur Tengah dengan membuka kanal informasi dan pengaduan di wilayah-wilayah terdampak perang dan terus memperbarui informasi.
“Pemerintah juga perlu menyiapkan langkah-langkah dan rencana kontinjensi demi keselamatan pekerja migran Indonesia di Timur Tengah,” katanya.
Bambang mengatakan pihaknya juga melakukan koordinasi dengan beberapa desa yang memiliki Pusat Pelayanan Terpadu Desa Peduli Buruh Migran (Desbumi) binaan Migrant Care untuk memastikan pekerja migran di desa tersebut dalam keadaan baik-baik saja.
“Kami mendapatkan informasi dari salah satu kader Migrant Care bahwa ada pekerja migran yang pergi menyelamatkan diri dan situasi tersebut sangat mengkhawatirkan keselamatan mereka,” katanya.
Untuk itu, Migrant Care Jember membuka kanal pengaduan untuk pekerja migran asal Jember yang berada di wilayah Timur Tengah, dan mengupayakan hal-hal yang diperlukan oleh pekerja migran di daerah konflik tersebut dengan sinergi berbagai pihak.
“Untuk pekerja migran asal Jember per Maret 2026 totalnya sebanyak 41.701 orang yang terdiri pekerja di negara Asia dan Afrika sebanyak 35.887 orang, kemudian di Eropa dan Timur Tengah sebanyak 5.581 orang, kemudian Amerika dan Pasifik sebanyak 233 orang,” ujarnya.
Sementara Bupati Jember Muhammad Fawait yang sedang menunaikan ibadah umrah dalam pesan suaranya mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan KBRI dan mengecek untuk pekerja migran asal Jember yang berada di wilayah konflik.
“Kami akan terus memantau situasi dan kondisi terkini. Kalau pun ada warga asal Jember, kami akan terus berkoordinasi erat dengan KBRI. Kami tentu berharap WNI dari Jember dalam kondisi aman,” katanya. [ant.kt]


