27 C
Sidoarjo
Tuesday, March 10, 2026
spot_img

Bulan Ramadan, BULOG Tulungagung Tetap Gencarkan Serapan Gabah dan Jagung

Tim Jemput Pangan Perum BULOG Tulungagung saat melakukan penyerapan gabah di Desa Tanggul Kundung Kecamatan Besuki, Jumat (27/2).

Tulungagung, Bhirawa.
Menindaklanjuti pencanangan swasembada berkelanjutan paska swasembada tahun 2025, Perum BULOG Tulungagung terus menggencarkan serapan gabah dan jagung. Termasuk saat di bulan Ramadan.

Perum BULOG Tulungagung pada tahun ini ditargetkan dapat menyerap 64 ribu ton setara beras dan 11 ribu ton jagung pipil. Target tersebut meningkat 52 persen dari target tahun 2025 sebanyak 42 ribu ton setara beras.

Pemimpin BULOG cabang Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, Jumat (27/2), mengatakan target pada tahun ini merupakan tantangan bagi BULOG Tulungagung, dalam menjalankan program pemerintah dibidang ketahanan pangan.

“Wilayah kerja kami berada pada daerah-daerah yang merupakan sentra produksi padi dan jagung. Kami optimis target serapan tahun 2026 ini bisa tercapai. Apalagi kita sudah menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah, TNI, POLRI, para penyuluh, serta mitra penggilingan dan pengeringan yang ada di wilayah kita. Kalau tahun 2025 kita bisa 100 persen, insya Allah 2026 juga bisa kita optimalkan,” ujarnya.

Yonas yang sedang melakukan pengecekan penyerapan gabah oleh Tim Jemput Pangan di Desa Tanggul Kundung Kecamatan Besuki, menandaskan penyerapan sudah mulai masif dilaksanakan.

“Kita serap langsung ke petani, gabah petani kita beli 6500 per kilogram tentunya dengan kondisi yang sesuai dengan ketentuan dari pemerintah, antara lain, gabah yang dipanen sudah cukup umur untuk dipanen, bukan gabah muda yang banyak hijaunya, dan memang gabah yang baru dipanen bukan gabah yang sudah mengendap berhari-hari sehingga jadi rusak,” paparnya.

Berita Terkait :  Tahun 2024, Luas Tanam Tembakau di Lamongan Meningkat

Ia menyebut kondisi gabah perlu jadi perhatian karena akan mempengaruhi beras yang dihasilkan nantinya. Apalagi beras tersebut nantinya akan menjadi stok cadangan pangan nasional, pastinya kualitasnya tidak boleh asal-asalan,” jelasnya.

Saat ini Perum BULOG Cabang Tulungagung sudah menyerap 15 ribu ton gabah kering panen(GKP) dan 5 ribu ton jagung pipil kering. Pencapaian ini sangat positif jika dibanding pada bulan Februari tahun lalu yang belum ada realisasi.

“Ini pencapaian positif, dibanding bulan februari tahun 2025 lalu kita belum ada realisasi serapan, saat ini dibulan februari kita sudah menyerap sebanyak 15 ribu ton gabah dan 5 ribu ton jagung, saya optimis target yang diamanahkan kepada kami bisa kita capai,” tuturnya.

Selanjutnya Yonas membeberkan pula jika Perum BULOG Cabang Tulungagung tengah menyiapkan gudang-gudang alternatif selain gudang induk milik BULOG guna menampung hasil panen petani tahun ini. “Jadi nanti tidak ada lagi kendala space penuh, atau serapan tersendat gara-gara kurang kapasitas gudang, semua kita antisipasi di awal, tentunya demi mendukung swasembada berkelanjutan,” urainya.

Sementara itu, Nyono salah seorang petani di lokasi yang gabahnya dibeli BULOG juga ikut mengaku senang dengan adanya program ini. “Harapan kami terus berlanjut dan kesejahteraan petani semakin baik dan petani semakin semangat menanam padi,” ucapnya. (wed.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!