29 C
Sidoarjo
Saturday, March 28, 2026
spot_img

Produksi Ikan Air Tawar di Kabupaten Malang Melebihi Target

Bupati Malang HM Sanusi saat menebar bibit ikan nila di kolam milik peternak warga Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang.

Kabupaten Malang, Bhirawa.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang terus berupaya mengembangkan produksi budidaya ikan air tawar. Seperti ikan nila, lele, dan jenis ikan air tawar lainnya. Karena pada tahun 2025, produksi perikanan budidaya ikan air tawar tersebut mencapai 13.264,30 ton per tahun. Sehingga jumlah tersebut melebihi target yang ditetapkan yakni seberat 11 ribu ton, dan tahun ini target produksi ikan itu juga ditingkatkan.

Demikian yang disampaikan, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Malang Victor Sembiring, Minggu (22/2), kepada wartawan. Dia juga menyebutkan, untuk tahun 2026 ini, produksi ikan air tawar ditargetkan seberat 13.717,94 ton untuk perikanan budidaya. Sedangkan untuk mencapai target tersebut, pihaknya menganggarkan Rp 750 juta dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), dan anggaran tersebut untuk tujuh paket pengembangan perikanan.

“Yakni meliputi lima paket bioflok nila, satu paket (Recirculating Aquaculture System (RAS), dan satu paket air deras. Dan untuk calon penerima dan lokasi masih kita lakukan identifikasi atau proses penentuan,” terangnya.

Peningkatan produksi ikan air tawar, kata dia, maka dirinya sangat optimis untuk bisa mencapai target tersebut. Sebab, sejak beberapa tahun lalu, Pemkab Malang membina pembudidayaan ikan nila secara masif untuk meningkatkan produksinya. Pengembangan budidaya ikan nila tersebut dilakukan di beberapa titik desa. Seperti Desa Pandanajeng, Kecamatan Tumpang, Desa Patokpicis dan Desa Sukoanyar, Kecamatan Wajak, Desa Bangelan, Kecamatan Wonosari, Desa Sananrejo, Kecamatan Turen, dan Desa Sumberngepoh, Kecamatan Lawang. Sehingga dengan pembudidayaan ikan air tawar tersebut, karena banyak permintaan masyarakat

Berita Terkait :  Menkum RI Beri Penghargaan Program Kekayaan Intelektual Kemenkum Jatim

Dengan banyak permintaan masyarakat itu, lanjut Victor, tentunya produksi ikan nila dan lele, tidak ada yang tidak terjual, karena semua ikan hasil produksi masyarakat masih bisa diserap pasar. Dan produksi ikan yang dibudidayakan masyarakat langsung dibeli oleh pedagang ikan maupun langsung ke konsumen. Dan jika ada ikan yang kualitasnya buruk dapat diolah menjadi ikan tepungan, pindang, dan olahan ikan lainnya. Dan bahkan, dapat diolah menjadi nugget atau bakso ikan.

“Kebutuhan konsumsi ikan di Kabupaten Malang terus meningkat. Data pada tahun 2024, tingkat konsumsi ikan hanya 32 kilogram per kapita per tahun. Sedangkan pada 2025 meningkat menjadi 43,8 kilogram per kapita per tahun,” paparnya. (cyn.hel)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!