Pemprov Jatim, Bhirawa
Perayaan Tahun Baru Imlek menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai toleransi, saling menghargai, dan menghormati di tengah keberagaman masyarakat. Hal ini diserukan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa (17/2). Dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat persatuan dan persaudaraan dalam harmoni, khususnya di Jawa Timur yang dikenal sebagai daerah multi kultur dan kebhinekaan.
Menurut Khofifah, perayaan Imlek bukan hanya dirasakan oleh masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi momen refleksi bersama tentang pentingnya hidup berdampingan secara damai. Ia menekankan bahwa semangat kebersamaan harus terus dijaga agar kerukunan tetap terpelihara.
”Perbedaan adalah kekuatan. Kita harus terus menumbuhkan sikap toleransi, saling menghormati, dan menghargai agar persatuan dan persaudaraan dalam harmoni keberagaman di Jawa Timur dapat terus terjaga,” ujarnya.
Khofifah berharap, nilai-nilai understanding atau kesepahaman, respect atau saling menghormati, serta trust atau saling percaya dapat terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ketiga nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang damai dan sejahtera.
Khofifah menjelaskan, Jawa Timur selama ini dikenal sebagai provinsi dengan tingkat kerukunan yang baik antarumat beragama dan antarkelompok masyarakat. Kondisi tersebut harus terus dijaga melalui dialog, gotong royong, serta saling pengertian dalam menghadapi berbagai dinamika sosial.
”Mari kita rawat kebersamaan ini agar Jawa Timur tetap menjadi rumah yang nyaman bagi semua. Dengan saling percaya dan menghormati, kita bisa menghadapi berbagai tantangan dengan lebih kuat,” katanya.
Khofifah juga mengaitkan semangat Imlek dengan persiapan menyambut bulan suci Ramadhan yang akan segera tiba. Ia mengajak masyarakat menjadikan momen ini sebagai pengingat untuk meningkatkan kualitas diri, baik secara spiritual maupun sosial.
Menurutnya, nilai toleransi yang diperkuat saat perayaan Imlek dapat menjadi bekal penting dalam menyambut Ramadhan, sehingga kesalehan tidak hanya terwujud dalam ibadah pribadi tetapi juga dalam hubungan sosial yang harmonis.
”Menjelang Ramadhan, mari kita perkuat kesalehan sosial di tengah kerukunan umat. Dengan suasana yang penuh saling menghargai, ibadah akan terasa lebih khusyuk dan membawa kedamaian bagi semua,” tutur Khofifah.
Khofifah menambahkan, menjaga kerukunan merupakan tanggung jawab bersama, tidak hanya pemerintah tetapi juga seluruh masyarakat. Melalui sikap terbuka dan saling memahami, diharapkan potensi konflik dapat diminimalkan dan kebersamaan semakin kokoh.
Khofifah optimistis semangat toleransi yang tumbuh dalam berbagai momentum keagamaan akan semakin memperkuat persatuan bangsa. Ia mengajak masyarakat untuk terus menebarkan kebaikan dan memperkuat solidaritas, sehingga Jawa Timur tetap menjadi contoh daerah yang rukun dalam keberagaman.
Dengan menghidupkan nilai understanding, respect dan trust. Khofifah berharap, masyarakat dapat menyambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan penuh kedamaian. Harmoni yang terjaga diyakini akan menghadirkan suasana kondusif bagi pembangunan serta kesejahteraan bersama di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan utama Jawa Timur. [ina.fen]

