28.9 C
Sidoarjo
Tuesday, January 20, 2026
spot_img

PWNU Jatim Nilai Situbondo Layak Jadi Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU

Situbondo, Bhirawa
Arus dukungan semakin kuat terkait Kabupaten Situbondo kembali dipercaya sebagai tuan rumah Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35, tahun 2026.

Sejumlah tokoh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur menilai Situbondo memiliki legitimasi historis, modal sosial, serta kesiapan kultural yang kuat untuk menggelar agenda tertinggi organisasi NU tersebut.

Wakil Ketua Tanfidziah PWNU Jawa Timur, Prof Dr Suparto Wijoyo, mengungkapkan, wacana Situbondo sebagai tuan rumah Muktamar NU telah dikomunikasikan secara internal kepada Ketua Tanfidziah PWNU Jatim, KH Abdul Hakim Mahfudz.

Menurutnya, Situbondo bukanlah wilayah baru dalam sejarah besar NU, melainkan salah satu episentrum penting perjalanan jam’iyah.

“Saya punya memori yang sangat kuat tentang Situbondo. Tahun 1984, Muktamar NU digelar di sini. Saat itu, Gus Dur terpilih sebagai Ketua Umum PBNU dan KH Ahmad Shiddiq sebagai Rais Aam. Itu bukan sekadar muktamar biasa, tetapi muktamar transisi besar dalam sejarah NU,” ujar Prof Suparto saat bersilaturahmi ke Situbondo, belum lama ini.

Muktamar NU ke-27 pada 1984 yang digelar di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo, Asembagus, menjadi tonggak monumental ketika NU secara resmi kembali ke Khitah 1926 dan menegaskan diri sebagai organisasi sosial-keagamaan, sekaligus menerima Pancasila sebagai asas berbangsa dan bernegara. Keputusan bersejarah tersebut hingga kini dikenang sebagai salah satu kontribusi terbesar NU bagi Indonesia.

Berita Terkait :  Dukung Pemerintah Berantas Judi Online

“Apa yang terjadi di Situbondo pada 1984 sangat memorable. Situbondo mampu menjadi ruang yang menenangkan, menyeimbangkan dinamika kepemimpinan NU, dan menjadi tempat lahirnya keputusan besar yang berdampak nasional,” lanjut Prof. Suparto.

Menurutnya, jika berkaca pada sejarah tersebut, Situbondo memiliki modal sosial, kultural, dan spiritual yang masih sangat relevan untuk menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-35 yang direncanakan berlangsung setelah Idul Adha 2026.

“Kalau melihat sejarah dan karakter masyarakatnya, Situbondo sebenarnya sangat siap. Tentu ini masih tahap niat baik dan komunikasi awal, tetapi sinyal positifnya sangat kuat,” tambahnya.

PWNU Jawa Timur, kata Prof Suparto, akan terus melakukan komunikasi dan silaturahmi dengan para kiai, tokoh NU, serta pesantren-pesantren besar, termasuk agenda ziarah dan pertemuan spiritual sebagai bagian dari ikhtiar membangun kesepahaman dan kebersamaan. (awi.dre)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru