32 C
Sidoarjo
Sunday, March 22, 2026
spot_img

SD Muhammadiyah 18 Surabaya Tanamkan Jiwa Siaga Bencana


Surabaya, Bhirawa
Pendidikan mitigsi bencana perlu diajarkan sejak dini. Keahlian softskill ini menjadi bekal bagi masyarakat untuk menyelamatkan diri ketika ada bencana yang melanda. Hal ini yang mendorong SD Muhammadiyah 18 Surabaya menggelar Kelas Inspirasi Mitigasi Bencana “Tanggap dan Siaga Bencana Sejak Dini”, Kamis (11/12) di halaman sekolah.

Kegiatan yang digelar dengan menggandeng Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan BPBD Jawa Timur ini diikuti 100 siswa kelas 6 yang mengikuti pelatihan mitigasi bencana secara langsung.

Kepala SD Muhammadiyah 18 Surabaya, Achmad Barizi, menjelaskan kelas inspirasi merupakan agenda tahunan dengan tema yang selalu diperbarui. Tahun ini, tema mitigasi bencana dipilih karena kondisi Indonesia yang tengah banyak menghadapi bencana alam.

“Anak-anak perlu sadar dan paham mengenai bencana, sekaligus mengetahui cara penanganan sederhana, seperti berlindung saat gempa atau memadamkan api,” ujarnya.

Para siswa ini, lanjut kepala sekolah yang akrab disapa Izzy, mendapat pelatihan simulasi evakuasi, cara menolong teman, hingga praktik memadamkan api. Sementara siswa kelas 4 dan 5 mendapat edukasi melalui buku. Barizi menambahkan bahwa kelas inspirasi memang difokuskan untuk siswa kelas 6 agar mereka mendapatkan soft skill yang bermanfaat untuk kehidupan ke depan.

“Kami ingin mereka terinspirasi secara profesi dan tugas mereka, baik oleh relawan maupun BPBD. Sebab, Menjadi penolong itu nilai yang harus ditanamkan sejak dini,” katanya.

Berita Terkait :  Mengenang Almarhum Munir, FH UB Gelar Konferensi Internasional HAM

Anggota BPBD Jatim bidang pencegahan dan kesiapsiagaan, Dicky Arifianto menyebut tim nya memberikan edukasi terkait ancaman bencana yang kerap terjadi di Jawa Timur, terutama gempa bumi. “Gempa tidak bisa diprediksi, karena itu kita latih cara evakuasi yang benar,”ucapnya.

Dicky juga menambahkan pentingnya pendidikan mitigasi telah tercantum dalam UU Nomor 24 Tahun 2007, yang berbunyi setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan kebencanaan.

“Karena itu, BPBD keliling ke seluruh kabupaten/kota di Jatim untuk menjalankan program Satuan Pendidikan Aman Bencana. Kita berikan edukasi untuk sekolah-sekolah yang berada di wilayah rawan bencana,” jelasnya.

Antusiasme tampak jelas dari para siswa, salah satunya Ken Arsana Dean Tristano, siswa kelas 6 yang menjadi “korban” evakuasi dalam simulasi.

“Seru banget ikut kegiatan ini. Saya belum pernah belajar mitigasi bencana sebelumnya. Penting banget, soalnya kalau suatu saat ada bencana, kita harus siap siaga,” tuturnya dengan mata berbinar.

Melalui kegiatan ini, SD Muhammadiyah 18 Surabaya berharap para siswa tidak hanya paham menghadapi bencana, tetapi juga tumbuh dengan jiwa peduli dan siap membantu sesama. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow
spot_img

Berita Terbaru

error: Content is protected !!