31.7 C
Sidoarjo
Sunday, July 5, 2026
spot_img

Jangan Terjebak, Simpang Patih Kota Batu Ditutup Selama Preservasi

Kota Batu, Bhirawa – Dimulainya pelaksanaan proyek preservasi infrastruktur di Simpang Empat Patih Kota Batu harus dicermati oleh para pengguna jalan. Hal ini penting agar mereka tidak salah jalur ataupun terjebak kemacetan di titik- titik tertentu. Dipastikan ruas jalan di kawasan simpang empat ini ditutup kurang lebih tiga bulan selama pelaksanaan proyek bernilai Rp 10 milyar ini.

Kecermatan dibutuhkan terutama bagi para pengguna jalan yang melintas ataupun akan melintas di empat ruas jalan utama yang dihubungkan Simpang Empat Patih. Yaitu, ruas Jl Panglima Sudirman, Jl Trunojoyo, Jl Indragiri, dan Jl Hasanudin. Dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kira Batu telah memberlakukan pemblokiran jalan sepanjang 100 meter terhitung dari pertigaan depan Indomaret hingga area tugu batas Desa Pesanggrahan.

Dikatakan Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas Dishub Kota Batu, Ahmad Supriyanto bahwa pihaknya membagi jalur alternatif berdasarkan spesifikasi dan tonase kendaraan. Untuk kendaraan roda dua serta mobil pribadi, arus lalu lintas diarahkan masuk melintasi Jl Mawar dan Jl Melati.

Namun jalur alternatif berupa jalam pemukiman ini dilarang  untuk dilewati kendaraan besar seperti, bus pariwisata dan truk. Hal ini dikarenakan badan jalan di area pemukiman ini memiliki lebar jalan yang  terbatas.

“Dan khusus kendaraan besar angkutan barang dan bus pariwisata yang hendak menuju arah Pujon maupun sebaliknya, wajib memutar melalui rute di Jl Suropati,” ujar Supriyanto, Minggu (5/7).

Berita Terkait :  Pemerintah Provinsi Jawa Timur Salurkan Zakat UMKM Ultra Micro

Ia menjelaskan, di Jl Suropati terdapat titik persimpangan di Taman Makam Pahlawan (TMP). Di titik ini kendaraan besar diarahkan melaju ke Jl Imam Bonjol, melintasi persimpangan BCA, lalu masuk ke Jl Panglima Sudirman hingga menembus kembali ke jalur utama Jl Trunojoyo.

Untuk mengantisipasi adanya pengemudi bus dan truk nakal yang nekat menerobos jalur pemukiman, Dishub telah memasang pembatas jalan berupa barrier di mulut Jl Mawar dan Jl Melati. Selain itu petugas juga melengkapi dengan papan informasi pengalihan arus di sejumlah titik mati.

Penyiapan personel manual juga disiagakan di kawasan Jl Hasanudin baik di bagian utara maupun selatan. Hal ini untuk mengantisipasi ketika terjadi lonjakan arus wisata saat akhir pekan.

“Jika akhir pekan arus mulai padat, petugas di lapangan akan langsung melakukan sistem buka-tutup secara manual,” jelas Supriyanto.

Diketahui, proyek preservasi jalan beton ini ditargetkan rampung dalam waktu 150 hari kalender atau hingga bulan September mendatang. Dan langkah penutupan total selama 24 jam non-stop ini diambil demi menunjang perubahan konstruksi jalan yang semula aspal menjadi jalan beton.

Selain pembetonan, proyek besar ini juga mencakup penataan ulang serta pelebaran area persimpangan yang mengubungkan empat titik meliputi, Jl Panglima Sudirman, Jl Indragiri, Jl Trunojoyo, dan Jl Hasanudin.

Ditambahkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu, Esty Dwiastuti  bahwa penutupan jalur secara total karena teknis pengecoran beton membutuhkan waktu pengeringan yang maksimal. Struktur jalan baru tersebut dirancang lebih lebar untuk mengurai beban volume kendaraan yang kerap menumpuk di kawasan hulu tersebut.

Berita Terkait :  Dua Inovasi Kesehatan UM Surabaya Lolos Presentasi di SIGMA Asia

“Pelebaran jalan di titik persimpangan ini menyentuh angka sekitar 10 meter. Karena itu dalam proyek preservasi ini kami melakukan penutupan jalan demi menjaga kualitas beton,” ujar Esty. [nas.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!