Pasuruan, Bhirawa
Gelak tawa dan celoteh riang ratusan anak-anak memenuhi halaman Kelurahan Karang Ketug, Kecamatan Gadingrejo, Sabtu (2/5). Mereka tampak menggemaskan dengan beragam kostum warna-warni.
Hari itu, Kelurahan Karang Ketug memang berubah menjadi panggung raksasa dalam helatan Gebyar Kreativitas Anak yang berlangsung meriah.
Acara yang menjadi wadah unjuk bakat bagi 200 siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kota Pasuruan tersebut dibuka langsung oleh Ketua TP PKK sekaligus Bunda PAUD Kota Pasuruan, Suryani Firdaus Adi Wibowo (Bunda Ani).
Kehadiran sosok ibu bagi anak-anak Kota Pasuruan tersebut disambut antusias oleh para peserta yang sudah bersiap menampilkan kreasi terbaik mereka.
Dalam sambutannya yang hangat, Bunda Ani menekankan bahwa masa usia emas (golden age) adalah pondasi utama dalam membentuk masa depan bangsa.
Ia memaparkan konsep Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat sebagai kompas bagi para orang tua dalam mendidik buah hati.
“Karakter itu tidak tumbuh instan. Harus dipupuk melalui kebiasaan sehari-hari. Mulai dari taat beribadah, rajin olahraga, makan bergizi hingga gemar belajar dan bersosialisasi,” tegas Bunda Ani di hadapan para undangan yang juga dihadiri Ketua DPRD Kota Pasuruan, Camat, serta Lurah setempat.
Tidak hanya soal kreativitas, Bunda Ani memberikan catatan serius terkait tantangan mendidik anak di era digital.
Di tengah-tengah gempuran teknologi, ia memberikan warning keras kepada para orang tua mengenai penggunaan perangkat elektronik atau gadget.
Ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada handphone bisa menjadi bumerang bagi tumbuh kembang motorik dan sosial anak.
“Anak-anak jangan terlalu sering diberi gadget. Yang paling penting, orang tua juga harus memberikan contoh. Jangan sampai menyuruh anak berhenti main HP, tapi orang tuanya sendiri sibuk scrolling di depan anak,” tegasnya yang disambut anggukan setuju para ibu yang hadir.
Istri Wali Kota Pasuruan ini juga memberikan apresiasi khusus untuk Kelurahan Karang Ketug.
Ia menilai, kelurahan tersebut berhasil menciptakan ekosistem yang mendukung tumbuh kembang anak dengan keberadaan taman yang asri dan lingkungan yang nyaman.
Sinergi antara pemerintah kelurahan dengan pelaku UMKM lokal dalam acara tersebut juga mendapat acungan jempol.
Baginya, kenyamanan lingkungan adalah faktor pendukung utama agar anak-anak bisa mengeksplorasi potensi mereka tanpa rasa takut.
“Ini acara sepenuhnya milik anak-anak. Mereka harus tampil berani dan menunjukkan kemampuan luar biasa yang mereka miliki. Tugas kita adalah menjaga kesehatan, pendidikan, dan karakter mereka agar menjadi generasi berkualitas,” pungkas Bunda Ani.
Usai memberikan sambutan, Bunda Ani menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan para peserta, membagikan semangat serta meninjau stan-stan UMKM yang turut menyemarakkan suasana gebyar tersebut. [hil.kt]


