31.7 C
Sidoarjo
Friday, June 26, 2026
spot_img

Terima Peserta PKN LAN RI, Sekda Adhy Tekankan Policy Brief Harus Berangkat dari Fakta dan Data Lapangan


Surabaya, Bhirawa – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan bahwa penyusunan policy brief tidak cukup hanya mengandalkan pembelajaran di kelas, melainkan harus didasarkan pada fakta, data, serta kondisi nyata di lapangan. Penegasan itu disampaikan saat mewakili Gubernur Jawa Timur menerima kunjungan lapangan peserta Policy Brief PKN Tingkat I Angkatan LXVI Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI Tahun 2026 di Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Kamis (25/6) malam.

Dalam sambutannya, Adhy mengatakan Program Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I merupakan program strategis untuk melahirkan calon pemimpin nasional yang memiliki karakter kuat dan mampu menghasilkan kebijakan yang berdampak bagi masyarakat.

“Saya juga mengapresiasi kepada LAN bahwa pembelajaran di kelas tidak akan lengkap tanpa kunjungan lapangan. Policy brief harus berangkat dari fakta, data, dan tata kelola di daerah. Semua kebijakan pusat bermuara ke daerah, tetapi tetap membutuhkan keterlibatan pusat,” ujar Adhy.

Menurutnya, pengalaman langsung di daerah menjadi bekal penting bagi peserta untuk memahami tantangan implementasi kebijakan. Karena itu, hasil kajian yang disusun diharapkan tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan mampu menjadi rekomendasi yang aplikatif.

Adhy menambahkan, Jawa Timur memiliki banyak praktik baik yang dapat dijadikan bahan pembelajaran. Selain menjalankan sepuluh amanat Presiden, Jawa Timur juga berhasil menjaga inflasi di kisaran 3,8 persen dan mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026 sebesar 5,96 persen, tertinggi di Pulau Jawa dengan kontribusi 14,40 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Berita Terkait :  Serahkan Bantuan Modal Usaha kepada KUBE, Berharap Berdampak Pengembangan Usaha

Mengusung tagline Gerbang Baru Nusantara, Jawa Timur juga terus memperkuat perannya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan gerbang distribusi logistik menuju kawasan timur Indonesia. Dukungan sektor pertanian, industri manufaktur, perdagangan, UMKM, dan koperasi menjadi modal bagi provinsi ini untuk menjadi laboratorium praktik baik pembangunan daerah.

“Kami menopang kebutuhan dasar di beberapa provinsi khususnya di wilayah timur. Dengan kekuatan sektor pertanian, industri manufaktur, perdagangan, UMKM, serta ekosistem koperasi yang terus berkembang, Jawa Timur terus berupaya menjadi laboratorium praktik baik pembangunan daerah yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” tegasnya.

Ia berharap kunjungan lapangan tersebut dapat memperkaya wawasan peserta dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan.

“Kami berharap peserta dapat menggali praktik baik, memahami dinamika pembangunan daerah, dan menghasilkan policy brief yang implementatif serta mampu menjawab tantangan pembangunan nasional,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN LAN RI, Tri Widodo Wahyu Utomo, menjelaskan bahwa kunjungan lapangan merupakan bagian penting dari proses pembelajaran PKN Tingkat I untuk memperkuat gagasan transformasi tata kelola pemerintahan dalam meningkatkan resiliensi dan daya saing bangsa, khususnya di sektor ekonomi.

“Dengan melakukan kombinasi pembelajaran secara lapangan dan akademik, diharapkan proses pembelajaran ini akan optimal hasilnya dan akan diaplikasikan secara maksimal,” ujarnya.

Ketua Angkatan PKN Tingkat I LXVI, Sucipto, turut menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia berharap hasil kunjungan tersebut dapat menjadi bekal dalam menyusun rekomendasi kebijakan yang bermanfaat bagi pembangunan nasional. [ina]

Berita Terkait :  BPBD Jatim Bentuk 40 Destana Agar Kuat Hadapi Bencana

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!