Pemkab Sampang, Bhirawa.
Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Ruang Auditorium Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Senin (20/04/26). Rakornas tersebut digelar dalam rangka menghadapi potensi kekeringan ekstrem tahun 2026 serta memperkuat upaya swasembada pangan berkelanjutan.
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam arahannya mengumumkan alokasi bantuan hibah senilai Rp9,95 triliun yang diperuntukkan bagi pengembangan tanaman keras dan perkebunan, seperti tebu, kopi, kakao, mente, pala, dan kelapa, di lahan seluas 870.000 hektare.
Dalam hal penguatan infrastruktur dan produktivitas, Menteri Pertanian menekankan pentingnya kolaborasi untuk meningkatkan produktivitas nasional. Saat ini, produksi padi telah mencapai angka 4,9 juta ton dan ditargetkan menyentuh 5 juta ton dalam waktu dekat.
“Untuk mendukung target ini, pemerintah mengucurkan anggaran tambahan lebih dari Rp3 triliun yang difokuskan pada pencetakan sawah baru seluas 30.000 hektare serta modernisasi irigasi dan pompanisasi di lahan seluas 1,5 juta hektare guna memastikan ketersediaan air sepanjang tahun,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa salah satu capaian yang disoroti adalah peningkatan kesejahteraan petani yang naik dari 0,67 persen menjadi 5,7 persen. “Terkait ketahanan pangan, pemerintah memastikan stok nasional dalam kondisi sangat aman, dengan total cadangan mencapai 11 bulan. Angka ini merupakan rekor tertinggi dalam sejarah Indonesia untuk mengantisipasi dampak El Nino,” tandasnya.
Menteri Pertanian juga menegaskan bahwa penyaluran bantuan dari Presiden akan diprioritaskan bagi kepala daerah yang proaktif, responsif, dan memiliki potensi wilayah yang siap dikembangkan. “Kalau bupatinya tidak peduli, kasihan rakyatnya. Program bisa macet,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sampang H. Slamet Junaidi menyampaikan komitmennya dalam mendukung program pemerintah pusat, khususnya dalam penguatan sektor pertanian di Kabupaten Sampang. “Kami berkomitmen untuk terus mendorong peningkatan sektor pertanian di Sampang, baik melalui penguatan infrastruktur, pemanfaatan teknologi, maupun peningkatan kapasitas petani. Pertanian merupakan sektor strategis yang harus kita jaga bersama demi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sampang siap bersinergi dengan pemerintah pusat dalam mengoptimalkan potensi lahan pertanian yang ada. “Kami berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat semakin memperkuat upaya kami dalam meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga Sampang dapat berkontribusi lebih besar dalam mewujudkan swasembada pangan nasional,” pungkasnya. [lis.hel]


