33 C
Sidoarjo
Saturday, April 18, 2026
spot_img

LPG 3 Kg Langka di Kota Probolinggo, DKUP: Kiriman dari Surabaya Terlambat

Kota Probolinggo, Bhirawa
Isu kelangkaan LPG 3 kilogram yang sempat meresahkan masyarakat Kota Probolinggo dipastikan bukan disebabkan oleh kekosongan stok total, melainkan adanya kendala distribusi dan pengurangan kuota.

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan (DKUP) Kota Probolinggo, Slamet Suwantoro, menjelaskan bahwa pihaknya bersama Polres Probolinggo Kota telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Brantas pada Senin (13/4).

“Hasil sidak menunjukkan memang terjadi keterlambatan pengiriman dari Surabaya. Untuk delivery order (DO) tanggal 10 April, baru bisa terkirim tanggal 13 April, sehingga terjadi kekosongan selama tiga hari,” ujar Slamet.

Selain itu, Slamet menambahkan bahwa setiap agen juga mengalami pengurangan pasokan hingga sekitar 50 persen dari kuota normal. Kondisi ini berdampak langsung pada ketersediaan LPG 3 kg di tingkat pangkalan hingga pengecer.

Sementara itu, di lapangan, petugas pengiriman LPG, Samsul, mengungkapkan bahwa pengurangan distribusi dari agen ke pangkalan cukup signifikan. Ia menyebut, kuota yang sebelumnya mencapai 100 tabung, kini hanya tersisa sekitar 30 tabung. Bahkan, ada pangkalan yang biasanya menerima 250 tabung, kini hanya mendapatkan 150 tabung.

“Artinya memang ada pengurangan distribusi langsung dari agen,” ujarnya.

Tak hanya itu, faktor hari libur nasional juga turut memengaruhi distribusi. Aktivitas pengisian di depo sempat terhenti saat libur, sementara permintaan masyarakat meningkat, terutama menjelang hari raya.

Berita Terkait :  Warga Kromong Jombang, Antusias Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Gratis TMMD Ke-125

Meski demikian, Slamet menegaskan bahwa harga LPG 3 kg di tingkat resmi seharusnya tetap stabil. Namun di lapangan, ditemukan adanya lonjakan harga hingga Rp25 ribu sampai Rp28 ribu per tabung di tingkat pengecer.

Menanggapi hal tersebut, Samsul menegaskan bahwa harga dari agen tetap di kisaran Rp18 ribu dan di pangkalan resmi sekitar Rp20 ribu.

“Kalau ada yang menjual sampai Rp25 ribu atau lebih, itu ulah oknum,” tegasnya.

Pihak DKUP mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan (panic buying), karena pasokan LPG 3 kg dipastikan tetap ada meskipun dalam jumlah terbatas. Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan agen dan pihak terkait untuk menormalkan distribusi agar kebutuhan masyarakat segera terpenuhi. [irf.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!