Sidoarjo, Bhirawa
Suasana rehabilitasi yang hangat, sehat, dan produktif terus dibangun di Balai Pelayanan Rehabilitasi Sosial Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PRS PMKS) Sidoarjo, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.
Beragam kegiatan yang menyentuh aspek kesehatan, keterampilan, lingkungan, hingga spiritualitas rutin dilakukan untuk mendukung proses pemulihan dan pemberdayaan penerima manfaat.
Pendekatan humanis menjadi salah satu kunci yang terus diperkuat dalam pelayanan rehabilitasi sosial. Melalui kegiatan pendampingan caring di Asrama Isolasi Perempuan Gajah Mada, petugas balai hadir memberikan perhatian langsung kepada penerima manfaat.
Tidak hanya memantau kondisi kesehatan dan kebersihan, petugas juga membangun komunikasi yang lebih dekat guna menjaga stabilitas emosional serta memberikan motivasi selama menjalani masa rehabilitasi.
Upaya menciptakan kenyamanan juga diwujudkan melalui pelayanan kesehatan yang rutin dilakukan di lingkungan asrama. Petugas kesehatan memberikan pemeriksaan langsung kepada penerima manfaat yang mengalami keluhan gatal sekaligus memberikan penanganan awal melalui pemberian salep.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen balai dalam menjaga kesehatan penghuni asrama agar tetap dapat mengikuti seluruh program pembinaan dengan optimal.
Selain itu, kewaspadaan terhadap penyakit menular terus ditingkatkan melalui skrining kesehatan yang difokuskan pada deteksi dini gejala Tuberkulosis (TB). Melalui pemeriksaan berkala dan edukasi pola hidup sehat, Balai PRS PMKS Sidoarjo berupaya menciptakan lingkungan rehabilitasi yang aman dan kondusif bagi seluruh penghuni.
Perhatian terhadap kesehatan juga berjalan beriringan dengan pembentukan kebiasaan hidup bersih dan sehat. Salah satunya melalui kegiatan pendampingan potong rambut bagi penerima manfaat laki-laki.
Kegiatan sederhana ini memberikan dampak positif terhadap kebersihan diri sekaligus meningkatkan rasa percaya diri mereka dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Tidak hanya fokus pada individu, balai juga mengajak penerima manfaat untuk peduli terhadap lingkungan sekitar. Melalui program “30 Menit untuk Balai”, petugas dan penerima manfaat bergotong royong membersihkan area balai dengan mencabut rumput serta membersihkan daun-daun kering di lapangan belakang. Kegiatan tersebut tidak sekadar menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.
Sementara itu, semangat kemandirian terus ditumbuhkan melalui berbagai program keterampilan produktif. Salah satunya melalui kegiatan pertanian berupa pengolahan tanah, penggemburan lahan, dan pemberian pupuk untuk pembibitan tanaman sawi.
Dengan pendampingan instruktur dan petugas balai, penerima manfaat belajar secara langsung mengenai teknik dasar pertanian yang dapat menjadi bekal keterampilan setelah menyelesaikan masa rehabilitasi.
Di sisi lain, penguatan nilai spiritual juga menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan rehabilitasi yang sehat. Melalui kegiatan Khotmil Al-Qur’an yang diikuti pegawai dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP), Balai PRS PMKS Sidoarjo menghadirkan ruang pembinaan rohani yang mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Komitmen meningkatkan kualitas layanan juga terlihat dari semakin kuatnya sinergi antarlembaga. Balai PRS PMKS Sidoarjo menerima kunjungan Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk dalam rangka koordinasi penanganan Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS).
Selain membahas mekanisme rujukan dan rehabilitasi sosial, rombongan juga meninjau showroom kreativitas penerima manfaat yang terintegrasi dengan program Omah Therapi-Ku, inovasi layanan yang memadukan terapi dengan pengembangan keterampilan dan kreativitas.
Kepala Balai PRS PMKS Sidoarjo Dinsos Jatim Fivtian Windarta menegaskan bahwa rehabilitasi sosial tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga pada pembangunan kualitas hidup penerima manfaat secara menyeluruh.
“Pendekatan yang kami lakukan tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga kesehatan mental, keterampilan, spiritualitas, hingga pembentukan karakter. Harapannya, penerima manfaat dapat menjalani proses rehabilitasi dengan nyaman, memperoleh bekal yang cukup, dan siap kembali berfungsi sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Melalui berbagai program yang berjalan secara berkelanjutan, Balai PRS PMKS Sidoarjo terus berupaya menghadirkan layanan rehabilitasi yang tidak hanya memulihkan, tetapi juga memberdayakan. Di balik setiap kegiatan, tersimpan harapan agar para penerima manfaat mampu bangkit, berkembang, dan menatap masa depan dengan lebih percaya diri. [rac,kus.kt]


