Tim Inovator UPT Puskesmas Asembagus, Kabupaten Situbondo, saat turun memberikan pelayanan kepada masyarakat setempat. sawawi/bhirawa
Situbondo, Bhirawa
Tahun 2025, UPT Puskesmas Asembagus, Kabupaten Situbondo, ikut berpartisipasi dalam seleksi lomba inovasi, dengan menggagas program Pentol Mantab (Pelayanan TBC OnLine Masyarakat AsemBagus). Dengan berbagai persiapan optimal, UPT Puskesmas Asembagus, yakin bisa masuk dalam juara seleksi tahunan tersebut.
Kepala UPT Puskesmas Asembagus, dr Siti Choiroh, merasa bersyukur karena program inovasi Pentol Mantab sukses diluncurkan. “Kami menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan program kesehatan ini membutuhkan proses yang sebaik mungkin guna memberikan informasi yang berguna bagi masyarakat Asembagus, Kabupaten Situbondo,” tutur dr Siti Choiroh.
Masih kata dr Siti Choiroh, dengan resminya program Inovasi Pentol Mantab di UPT Puskesmas Asembagus ini, pihaknya patut memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi tingginya kepada semua pihak dalam penyusunan profil Inovasi Pentol Mantab.
Selain itu Suti Choiroh juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, baik lintas program maupun lintas sektor terkait yang telah berkontribusi dalam penyusunan program Inovasi ini. Di tahun mendatang, kupas Siti Choiroh, kiranya inovasi Pentol Mantab UPT Puskesmas Asembagus dapat dikembangkan sehingga kualitasnya lebih meningkat.
“Semoga program inovasi Pentol Mantab UPT Puskesmas Asembagus ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, baik institusi pemerintah, institusi swasta, organisasi profesi, mahasiswa, dan kelompok masyarakat lainnya,” harap dr Siti Choiroh.
Sementara itu inovator Feri Irawati, S.Kep., Ners, menimpali, Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular langsung yang disebabkan oleh kuman TB (Mycobacterium Tuberculosis). Sebagian kuman tersebut, urai Feri, biasanya menyerang paru-paru tetapi dapat juga menyerang organ tubuh lainnya.
“TB ini ditularkan melalui pernafasan transmisi timbul akibat kontak erat dengan individu yang terinfeksi.
Masalah tuberkulosis (TBC) adalah masalah kesehatan yang telah lama dihadapi berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia,” ungkap Feri.
Oleh karena itu, sambung Feri, Pemerintah mempunyai komitmen kuat untuk segera mencapai Eliminasi TBC pada tahun 2030. Berbagai upaya dalam penanggulangan tuberkulosis (TBC), tutur Feri, telah dilaksanakan di Indonesia.
“Berbagai kemajuan telah kita capai dalam penanggulangan tuberkulosis, utamanya dalam bentuk ketersediaan fasilitas pelayanan kesehatan untuk penanganan TBC. Indonesia telah menyusun Rencana Strategi Nasional Tahun 2016-2020 untuk Penanggulangan TBC, yaitu menetapkan strategi utama untuk meningkatkan pengetahuan, memperbaiki akses akses, meningkatkan keberhasilan pengobatan, dengan dukungan dari sistem kesehatan,” ungkap Feri lagi.
Dari semua penyedia layanan, beber Feri, pasien TBC dan masyarakat, sesuai dengan strategi Eliminasi TBC Tahun 2030. Salah satu diantaranya, sebut Feri, melihat latar belakang masalah dengan stigma Tuberculosis di masyarakat yang kini masih tinggi. Itu semua ditandai, ujar Feri, dengan anggapan keliru bahwa TBC adalah penyakit kutukan, keturunan, penyakit orang miskin atau tidak bisa disembuhkan.
“Sehingga stigma ini menyebabkan penderita enggan berobat, menyembunyikan penyakitnya, merasa malu dan bersalah, menarik diri dari sosial, serta berpotensi memperburuk penyakit dan meningkatkan penularan. Kasus TB ini masih cukup tinggi, karena tahun 2024 sebanyak 134 kasus (100 %), terduga 951 (100 %), (indikator pkp 2024),” sebut Feri.
Hal ini semua menunjukkan, tambah Feri, bahwa masih perlunya dilakukan penjaringan pasien suspek TB Paru yang harus ditemukan. Nah, kata Feri, untuk memaksimalkan capaian program TBC serta untuk mendekatkan akses layanan yang prima, UPT Puskesmas Asembagus terus berinovasi dengan mengembangkan pelayanan TBC menjadi nama program inovasi Pentol Mantab. “Keunggulan program ini yaitu mendekatkan akses layanan tentang Optimalisasi penjaringan suspek TB,” jelas Feri.
Feri Irawati kembali menambahkan, untuk tujuan umum dari inovasi ini yakni mengoptimalisasi penjaringan suspek TB di wilayah kerja Puskesmas Asembagus melalui Program Pelayanan TBC online masyarakat Asembagus. Adapun tujuan khusus dari program inovasi ini, aku dia, diantaranya, untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dan kesadaran tentang TB serta untuk mencegah penyebaran TB dan kepentingan pemeriksaan sputum untuk menegakkan diagnosis.
“Ini menjadi tempat pengaduan masyarakat dalam menemukan orang orang terduga TB. Selain itu, untuk melacak suspek TB dengan mengidentifikasi kemungkinan kontak pasien TBC,” pungkas Feri Irawati. awi.wwn


