28 C
Sidoarjo
Thursday, April 23, 2026
spot_img

Bojonegoro Antisipasi Kemarau Panjang 2026, 93 Desa Berpotensi Krisis Air


Bojonegoro, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kemarau panjang pada 2026 .

Diperkirakan musim kering panjang berdampak pada sektor pertanian dan ketersediaan air bersih di wilayah pedesaan. Sebanyak 93 desa dilaporkan berada dalam kategori rawan kekeringan.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah menyampaikan bahwa fenomena perubahan iklim, khususnya El Nino, diperkirakan memicu musim kemarau yang dimulai pada akhir Mei 2026 dan mencapai puncaknya pada Agustus hingga September.

“Situasi ini harus diantisipasi bersama. Berdasarkan pemetaan, terdapat sekitar 93 desa yang berpotensi mengalami kekeringan,” ujar Nurul Azizah dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Aparatur Pemerintah Desa, Pendamping Desa, dan Penggiat Desa Tahun 2026 di Ruang Angling Dharma, Kemarin ( 22/4).

Sebagai langkah mitigasi, pemerintah daerah mendorong percepatan masa tanam padi pada periode Maret hingga Mei 2026 agar petani dapat memanen hasil sebelum puncak musim kemarau. Selain itu, petani juga diarahkan melakukan diversifikasi tanaman seperti jagung dan tembakau yang dinilai lebih adaptif terhadap kondisi kering.

Di sektor ketersediaan air, sejumlah pemerintah desa mengusulkan pembangunan sumur bor serta optimalisasi sumber air yang ada untuk menjamin kebutuhan masyarakat saat musim kemarau.

Pemkab menegaskan perlunya perencanaan jangka panjang berbasis data, tidak hanya mengandalkan distribusi air bersih secara darurat.

“Penanganan kekeringan tidak cukup dengan dropping air. Kita harus bergerak dengan perencanaan matang dan berbasis data,” katanya

Berita Terkait :  Dewan Apresiasi DLH Inovasi Truk Penyapu Jalan Otomatis Bersih

Selain isu kekeringan, kegiatan tersebut juga difokuskan pada penguatan kapasitas aparatur desa, khususnya dalam akurasi penyaluran bantuan sosial serta pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menyatakan optimistis bahwa melalui sinergi lintas sektor, desa-desa di wilayahnya dapat lebih siap menghadapi ancaman kemarau panjang 2026 secara lebih tangguh dan adaptif. [bas.gat]

Berita Terkait

2 COMMENTS

  1. CALL CENTER SPINJAM – Dapat kamu hubungi melalui Whatsapp di nomor :(0823) 1000-7515 atau (0821) 772-4141. Untuk verifikasi terkait keluhan/kendala pinjaman Spinjam kami berkomitmen mudah cepat dan aman.

  2. CALL CENTER SPINJAM – Dapat kamu hubungi melalui Whatsapp di nomor :(0823) 1000-7515 atau (0821) 772-4141. Untuk verifikasi terkait keluhan/kendala pinjaman Spinjam kami berkomitmen mudah cepat dan aman…..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!