Distan KP Kota Batu saat menyalurkan bantuan beras dan minyak goreng kepada warga Desa Songgokerto, beberapa waktu lalu.(Anas/Bhirawa)
Kota Batu,Bhirawa.
Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan telah menyalurkan bantuan bahan penting (bapokting). Bapokting ini berupa beras dan minyak goreng (migor) dari Cadangan Pangan Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Penyaluran ini dilakukan pada awal Juni ini di seluruh kecamatan serta desa/kelurahan. Tercatat sebanyak 247.300 kg beras yang telah disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat. Selain juga ada sebanyak 49.460 liter minyak goreng yang ikut disalurkan Pemerintah.
“semua Kecamatan yang ada di Kota Batu menjadi sasaran dalam penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng dari Bapanas ini,” ujar Hendry Suseno, Kepala Distan KP Kota Batu, Minggu (7/6). Dan tercatat sebanyak 12.365 keluarga yang menjadi penerima manfaat.
Dan setiap keluarga penerima manfaat, masing- masing menerima paket bantuan yang berisi 2 sak beras dengan berat total 20 kg. Selain itu dalam paket bantuan juga tèrdapat 4 kemasan minyak goreng dengan total isi sebanyak 4 liter.
“Kegiatan penyaluran bantuan ini menjadi bukti nyata sinergi antara Pemerintah Pusat melalui Bapanas dengan Pemerintah Kota Batu dalam menjaga ketahanan pangan serta mendukung kesejahteraan masyarakat,” jelas Hendry.
Diketahui, dalam upaya mengegah lonjakan harga bahan pangan pokok, Pemerintah Kota (Pemkot) Batu juga telah membuat Gerakan Pangan Murah (GPM). Salah satu GPM ini digelar di Balai Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji. Gerakan ini khusus dilakukan dalam mencegah lonjakan harga bahan pangan pokok menjelang Hari Raya keagamaan.
Gerakan Pangan Murah ini merupakan bagian dari upaya stabilisasi pasokan dan harga pangan menjelang hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri. Dan penyediaan bahan pokok ini difokuskan pada komoditas penyumbang inflasi.
“Pemerintah kota berkomitmen menjaga keterjangkauan harga bahan pokok agar daya beli masyarakat tetap terjaga serta inflasi daerah tetap terkendali,” ujar Heli Suyanto, Wakil Wali Kota Batu.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini menunjukkan bentuk kehadiran pemerintah kota di tengah masyarakat. Pemkot ingin memastikan harga tetap stabil dan kebutuhan pangan warga terpenuhi terutama pada bahan kebutuhan pokok yang menjadi penyumbang inflasi.
Dalam kegiatan GPM ini Pemkot Batu bekerja sama dengan Perum Bulog menyediakan beras SPHP sebanyak 6 ton. Kemudian beras ini dijual ke masyarakat dengan harga Rp55.000 per 5 kilogram.
Selain itu, masyarakat juga dapat memperoleh minyak goreng seharga Rp14.500 per liter, dan gula pasir Rp17.000 per kilogram. Komoditas telur ayam ras dijual Rp29.000 per kilogram dan dapat ditebus dengan harga Rp24.000 setelah menggunakan voucher.
Selain penyediaan bahan pangan murah, dalam pelaksanaan GPM ini masyarakat juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kota Batu. [nas.hel].


