Pemkot Malang, Bhirawa. – Fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Malang terus berkembang. Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah Malang resmi mengoperasikan dua gedung baru, yakni Gedung Darussyifa’ dan Gedung Darunnajah, Minggu 1/11 kemarin. Penambahan sarana infrastruktur medik ini sekaligus memperluas total luas bangunan rumah sakit dari sebelumnya 19.300 meter persegi menjadi 29.350 meter persegi.
Peresmian fasilitas baru di kawasan Jalan Sulawesi Nomor 16 Kota Malang tersebut ditandai dengan penandatanganan dan pemotongan pita secara simbolis oleh Wali Kota Malang Wahyu Hidayat bersama Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.
Direktur RSI Aisyiyah Malang, dr. Hj. Rini Krisnawati, M.Kes., FISQua, menjelaskan bahwa pengembangan fisik rumah sakit mencakup Gedung Darussyifa’, Gedung Darunnajah, serta fasilitas jembatan penghubung (connecting bridge) antargedung untuk mempermudah mobilisasi pasien dan tenaga medis.
Di atas lahan seluas kurang lebih 7.009 meter persegi, kawasan RSI Aisyiyah saat ini terintegrasi dan memiliki akses dari empat ruas jalan utama. Gedung utama Darussalam terhubung di Jalan Sulawesi Nomor 16, poliklinik tiga lantai di Jalan Seram Nomor 1, Gedung Darussyifa’ di Jalan Kalimantan Nomor 1, serta Gedung Darunnajah di Jalan Sumba.
“Pembangunan gedung baru ini berjalan berkat koordinasi intensif bersama Pemerintah Kota Malang dan dukungan masyarakat sekitar. Penyesuaian terus kami lakukan mengingat lokasi operasional rumah sakit berada di kawasan pemukiman yang cukup padat,” terang dr. Rini.
Sementara itu, Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengapresiasi terwujudnya ekspansi layanan RSI Aisyiyah Malang. Ia mengakui, proses pembangunan di tengah kawasan permukiman padat menghadirkan dinamika tersendiri, mulai dari penataan aktivitas harian warga sekitar, penertiban pedagang kaki lima (PKL), rekayasa akses jalan, hingga pemenuhan regulasi tata ruang untuk pembangunan jembatan penyeberangan antargedung.
“Tantangan teknis dan sosial tersebut dapat diselesaikan dengan baik berkat sinergi yang solid antara pengelola rumah sakit, perangkat RT/RW, kelurahan, kecamatan, dan dinas terkait di lingkungan Pemkot Malang,” tutur Wahyu.
Wahyu menegaskan, penambahan kapasitas dan modernisasi fasilitas RSI Aisyiyah Malang ini menjadi kontribusi strategis dalam memperluas cakupan layanan medis bagi masyarakat Malang Raya. Langkah ini juga selaras dengan agenda penguatan derajat kesehatan masyarakat yang digaungkan Pemkot Malang melalui program ‘Ngalam Tahes’.
“Peningkatan mutu pelayanan publik, khususnya bidang kesehatan, memang menuntut kerja kolaboratif yang kuat antara pemerintah, pengelola rumah sakit swasta, organisasi kemasyarakatan, serta para tenaga medis. Kami berharap hadirnya gedung baru ini kian mendongkrak kualitas layanan kesehatan masyarakat,” pungkasnya.
Turut hadir dalam peresmian tersebut, jajaran pengurus PP Muhammadiyah, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA), jajaran kepala OPD di lingkungan Pemkot Malang, tenaga medis, serta tokoh masyarakat setempat.[mut.ca]


