28.5 C
Sidoarjo
Sunday, November 1, 2026
spot_img

Unesa Raih Penghargaan Tim Inspiratif Mandaya Awards 2026


Bhirawa, Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) raih penghargaan Tim Inspiratif dalam ajang Mandaya Awards dan Innovilleague Awards 2026 dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) di Plaza BPJS Ketenagakerjaan, Jakarta.

Keberhasilan program pemberdayaan diukur dari dampak nyata yang dihasilkan, bukan dari besarnya lembaga maupun anggaran yang digunakan, Sabtu (31/10).

Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, mengatakan penghargaan merupakan kebanggaan sekaligus motivasi bagi seluruh sivitas akademika untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. “Tentu ini jadi kebanggaan bersama, kerja sama harus terus diperkuat menghadirkan program-program nyata dan berdampak yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Lanjut Dwi menjelaskan perguruan tinggi tidak cukup menjalankan fungsi akademik di lingkungan kampus dan perguruan tinggi harus mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat melalui keilmuan, penelitian, inovasi, dan pengabdian.

Kepala Pusat Pengembangan Desa dan Daerah (Pusbangdesda) LPPM Unesa, Mufarrihul Hazin, mengukapkan capaian ini ialah hasil dari proses pengembangan program pemberdayaan masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Salah satu kekuatan yang diajukan adalah keberadaan sekitar 89 desa binaan di luar program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) maupun organisasi kemahasiswaan, dari berbagai program tersebut, International Community Development (ICD) di Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, menjadi salah satu program unggulan yang ditonjolkan dalam pengajuan penghargaan,” tuturnya.

Berita Terkait :  Sekolah Kreatif SD Muhammadiyah 16 Pameran Hasil Project Tugas Akhir

Mufarrihul menyampaikan program ICD dirancang mengoptimalkan potensi lokal sekaligus menjawab persoalan masyarakat melalui empat fokus utama, yakni pemberdayaan peternak, petani, pemuda, dan perempuan.

Unesa juga mengembangkan program pemberdayaan di Kampung Banjarsari yang telah menjadi desa binaan selama empat tahun, dimana program mencakup pengembangan sarana dan infrastruktur, termasuk penguatan sektor pertanian dan pengelolaan fasilitas pendukung masyarakat.

“Salah satu rencana yang kami siapkan adalah program One Faculty One Village, ke depan didorong menjadi One Prodi One Village, berarti satu prodi memiliki satu desa binaan, nanti kepakaran dan keahlian dosen dapat terhubung langsung dengan kebutuhan serta potensi yang dimiliki masyarakat desa,” pungkasnya.

Mufarrihul menambahkan Unesa juga merencanakan pengembangan aplikasi pemberdayaan desa. “Aplikasi nantinya menjadi ruang penghubung antara persoalan dan potensi desa dengan kompetensi serta kepakaran dosen Unesa,” imbuhnya

Menko PM, Muhaimin Iskandar mengukapkan pemerintah tengah mendorong transformasi pembangunan nasional dari pendekatan yang berorientasi pada pemberian bantuan sosial menuju pemberdayaan masyarakat. “Melalui pendekatan ini masyarakat diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga berperan sebagai subjek pembangunan yang mandiri dan produktif,” paparnya. [ren.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!