Bondowoso, Bhirawa – Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI) Kabupaten Bondowoso sukses menggelar Gebyar Finger Painting 2026 di Pendopo Raden Bagus Assra, Kabupaten Bondowoso, Sabtu (31/10). Kegiatan ini menjadi ajang pengembangan kreativitas sekaligus penguatan komitmen para pendidik dalam menghadirkan pembelajaran anak usia dini yang kreatif, menyenangkan, dan berpusat pada kebutuhan anak.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bunda PAUD Kabupaten Bondowoso, Zakiyatul Fahiroh As’ad, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto. Turut hadir jajaran pengurus IGTKI, GOPTKI/PP PAUD, perwakilan PGRI, para pengawas, serta ratusan guru dan pendidik Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dari berbagai wilayah di Kota Tape ini.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bondowoso, Taufan Restuanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, dan orang tua dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, inovasi dalam metode pembelajaran, termasuk finger painting atau melukis menggunakan jari, memiliki peran penting dalam mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Melalui kegiatan kreatif seperti ini, anak-anak dapat memperoleh ruang untuk mengeksplorasi ide, mengembangkan imajinasi, serta melatih kemampuan motorik halus sejak dini,”terangnya.
Sementara itu, Wakil Bunda PAUD Kabupaten Bondowoso, Zakiyatul Fahiroh As’ad, hadir menyapa para peserta sekaligus membacakan sambutan resmi Bunda PAUD Kabupaten Bondowoso.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Himpaudi dan seluruh panitia yang telah memprakarsai kegiatan inspiratif tersebut. Ia menegaskan bahwa Gebyar Finger Painting bukan sekadar kegiatan melukis dengan jari, melainkan salah satu upaya untuk mengembangkan kreativitas, imajinasi, kemampuan motorik halus, serta keberanian anak dalam mengekspresikan diri.
Menurutnya, anak usia dini merupakan fondasi utama bagi masa depan bangsa. Karena itu, proses pembelajaran perlu dirancang secara menyenangkan, kreatif, dan sesuai dengan kebutuhan serta tahap perkembangan anak.
Pesan khusus juga disampaikan kepada para tenaga pendidik agar tidak hanya berorientasi pada hasil akhir karya anak, tetapi lebih mengutamakan proses belajar yang memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi dan mengembangkan potensi dirinya.
“Jangan hanya mengajarkan anak untuk menghasilkan karya yang indah, tetapi berikan ruang bagi mereka untuk berani mencoba, berkreasi, dan percaya pada kemampuannya sendiri. Ingatlah, yang terpenting bukanlah seberapa sempurna hasil karya anak, melainkan seberapa jauh proses itu membantu mereka tumbuh, belajar, dan berkembang,”jelasnya.
Melalui kegiatan ini, para pendidik PAUD di Kabupaten Bondowoso diharapkan terus berinovasi, meningkatkan kompetensi, serta menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, ramah anak, dan menyenangkan.
Gebyar Finger Painting 2026 juga diharapkan menjadi wadah berbagi inspirasi, mempererat tali silaturahmi antarpendidik, serta memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di Kabupaten Bondowoso. [san.wwn]


