Kab Malang, Bhirawa — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Malang Selatan pada Sabtu (31/10/2026) memicu sejumlah titik tanah longsor di Kecamatan Tirtoyudo. Kejadian bermula sekitar pukul 05.00 WIB, menyebabkan jalan desa amblas, luapan air berlumpur menerjang pemukiman, serta terputusnya akses jalan utama penghubung Desa Tlogosari, Desa Gadungsari, dan Desa Tirtoyudo.
Kepala Bagian Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa perangkat desa langsung mendatangi titik kejadian dan berkoordinasi dengan Muspika Tirtoyudo guna menindaklanjuti dampak bencana tersebut.
Dampak longsor tercatat menyebar di 21 dusun, dengan kerusakan pada 11 ruas jalan dan bahu jalan. Di antaranya Tembok Penahan Tanah di Dusun Sidodadi RT 022/RW 004 dan Dusun Krajan RT 010/RW 002, Desa Tirtoyudo, yang menyebabkan akses penghubung kedua dusun tersebut terputus total.
Selain jalan dan pemukiman, tembok belakang Kantor Polsek Tirtoyudo juga ambrol diterjang material longsoran, dengan kerusakan sepanjang sekitar 5 meter dan tinggi 3 meter. Kerugian material akibat kerusakan ini ditaksir mencapai Rp 25 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
“Pembersihan sementara saat ini dilakukan warga secara gotong royong dan manual. Namun kita tetap membutuhkan alat berat, logistik berupa selimut, serta obat-obatan untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Sadono, Minggu (1/11/2026).
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Polsek Tirtoyudo, Pemerintah Kecamatan, Poslap Tirtoyudo, serta dukungan dari Marva Telekomunikasi dan Buana Solusindo telah bekerja membersihkan material longsoran, termasuk lumpur yang sempat masuk ke ruangan Kantor Polsek, yang kini telah selesai dibersihkan.
Mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih berlanjut, BPBD mencatat kebutuhan mendesak berupa 200 karung tanah liat untuk tanggul penahan longsor, serta alat berat guna mempercepat pembersihan secara menyeluruh. Pusdalops BPBD Kabupaten Malang akan terus memantau situasi dan memberikan pembaruan informasi secara berkala. [cyn.kt]


