Bupati Gus Fawait dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jember dengan agenda penyampaian Pandangan Umum fraksi-fraksi terhadap Nota Pengantar Rancangan APBD (RAPBD) Tahun Anggaran 2027, Kamis (1/10/2026) malam. gege bagus s/bhirawa.
Pemkab Jember, Bhirawa. – Pembangunan Kabupaten Jember pada 2027 diarahkan agar semakin merata dan tidak hanya terkonsentrasi di kawasan perkotaan. Desa hingga wilayah pelosok menjadi bagian penting dari arah kebijakan pembangunan yang tengah disiapkan Pemerintah Kabupaten Jember bersama DPRD Jember.
Semangat tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Jember dengan agenda penyampaian Pandangan Umum fraksi-fraksi terhadap Nota Pengantar Rancangan APBD (RAPBD) Tahun Anggaran 2027, Kamis (1/10/2026) malam.
Seluruh fraksi DPRD Jember menyampaikan pandangan positif sekaligus menyatakan pembahasan RAPBD 2027 dapat dilanjutkan ke tahapan berikutnya.
Rapat yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD Jember tersebut dihadiri Bupati Jember Gus Fawait bersama jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Kehadiran unsur eksekutif dan legislatif ini menjadi bagian dari proses pembahasan anggaran sekaligus memperkuat sinergi dalam menentukan arah pembangunan Jember.
Bupati Jember Gus Fawait menyambut positif pandangan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD. Menurutnya, berbagai masukan dari legislatif akan menjadi bahan penting bagi pemerintah daerah dalam menyusun APBD 2027 yang semakin sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah pandangannya sangat baik ya, dan itu akan menjadikan kita sebagai masukan untuk bagaimana kita merancang APBD tahun 2027 sesuai dengan kebutuhan dari Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait.
Salah satu fokus yang mendapat perhatian dalam penyusunan anggaran 2027 adalah pengentasan kemiskinan dan pembangunan infrastruktur di desa.
Gus Fawait menegaskan, pembangunan Jember harus dirasakan secara lebih luas. Tidak boleh ada wilayah yang tertinggal hanya karena berada jauh dari pusat pemerintahan atau kawasan perkotaan.
“Semangatnya sama bahwa pembangunan tidak hanya terpusat di satu titik, tetapi semua daerah, semua desa harus juga mendapatkan sentuhan dari Pemerintah Kabupaten Jember,” jelasnya.
Menurut Gus Fawait, pemerataan pembangunan juga menjadi salah satu benang merah yang disampaikan mayoritas fraksi DPRD Jember dalam pandangan umumnya.
“Hampir seluruh fraksi, tujuh fraksi, yang juga menyuarakan hal yang sama, yaitu pemerataan pembangunan,” imbuhnya.
Kesamaan pandangan antara eksekutif dan legislatif tersebut menjadi modal penting untuk mengarahkan APBD 2027 agar tidak hanya berbicara tentang besaran anggaran, tetapi juga tentang bagaimana anggaran memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
APBD 2027 untuk Jember yang Lebih Merata
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan arah pemerataan tersebut akan menjadi perhatian dalam penyusunan APBD 2027 maupun perubahan APBD 2027.
Pembangunan infrastruktur di desa, pengentasan kemiskinan, serta perluasan manfaat pembangunan hingga wilayah pelosok menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembangunan yang lebih inklusif.
Dengan dukungan DPRD melalui proses pembahasan anggaran yang terbuka dan masukan dari seluruh fraksi, Pemkab Jember berharap APBD 2027 mampu menjadi instrumen untuk mempercepat pembangunan sekaligus memperkecil kesenjangan antarwilayah.
Bagi Gus Fawait, pembangunan Jember bukan hanya tentang membangun pusat kota. Lebih jauh, pembangunan harus hadir hingga ke desa-desa dan kawasan pelosok agar seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk merasakan manfaat pembangunan.
Semangat pemerataan inilah yang kini menjadi salah satu arah utama dalam menyiapkan APBD Jember 2027. [geh*]




