33 C
Sidoarjo
Sunday, October 4, 2026
spot_img

Pemkab Malang Siapkan Anggaran Revitalisasi Pasar Lawang Capai Rp150 Miliar

Kab Malang, Bhirawa – Pasar Lawang milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang direncanakan akan dilakukan revitalisasi. Salah satunya dengan melakukan penguatan dan penyesuaian bangunan secara bertahap, tanpa langsung membongkar seluruh bangunan pasar.

Kepala Bappeda Kabupaten Malang, Tomie Herawanto, mengatakan opsi tersebut disiapkan dengan mempertimbangkan kondisi fisik bangunan yang masih memungkinkan untuk digunakan. Untuk merenovasi Pasar Lawang tidak langsung renovasi bangunan keseluruhannya, karena hal itu dibutuhkan penyesuaian. Namun, Pemkab Malang juga masih membuka kemungkinan pembangunan kembali secara total melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

“Revitalisasi Pasar Lawang saat itu difasilitasi oleh Kementerian Keuangan, sehingga opsi itu masih memungkinkan KPBU. Tinggal sekarang badan usaha untuk yang menjadi pemrakarsa masih dalam pembahasan,” terangnya.

Tomie menyebut kebutuhan anggaran untuk penataan Pasar Lawang diperkirakan mencapai sekitar Rp150 miliar. Namun, angka tersebut masih dapat menyesuaikan dengan kondisi fisik bangunan di lapangan. Sedangkan anggaran sebesar itu untuk kondisi fisik seperti sekarang ini, yang pasti akan dilakukan penyesuaian. Sementara, dari hasil kajian kondisi bangunan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan bagian pasar yang masih dapat dipertahankan maupun yang harus dibongkar.

“Nantinya, Pemkab Malang juga melibatkan tim dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk melihat kondisi bangunan tersebut. Sehingga ada bangunan yang bisa dipakai lagi atau ada yang tidak bisa pakai. Namun, yang masih mungkin bisa dipakai bisa digunakan lagi,” ujarnya. 

Berita Terkait :  Wali Kota Mojokerto Ajak Pelajar Tertib Berlalu Lintas

Perlu diketahui, Pasar Lawang pada April 2019 silam, pernah mengalami kebakaran. Sehingga saat terjadi kebakaran tersebut di dalam pasar terdapat 509 tempat berdagang, terdiri dari 328 lapak, 174 kios, 7 toko, ikut terbakar. Karena lokasi kios dan lapak dalam pasar yang saling berdekatan membuat api mudah meluas. Penyebab kebakaran saat itu berada di dua blok Pasar Lawang, yang bersumber dari salah satu kios di tengah Pasar Lawang yakni di lantai satu.

Dari terjadinya kebakaran Pasar Lawang tersebut, Tomie saat itu di tahun 2024  menyampaikan bahwa konsep pembangunan atau revitalisasi Pasar Lawang tersebut, nantinya akan dibangun sesuai dengan konstruksi Bangunan Gedung Hijau (BGH) dan bertingkat. Sedangkan untuk pelaksanaan pembangunan gedung pasar itu meliputi konstruksi pasar di bagian selatan dan utara, jembatan penghubung, bangunan pelengkap, dan lainya.

Namun ketika ditanya, mengapa memilih konsep BGH?, Tomie menjawab, sesuai dengan Peraturan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) Nomor 2 tahun 2015 tentang Bangunan Gedung Hijau, karena bangunan itu memiliki kinerja terukur dalam penghematan energi, air, dan sumber daya lainnya melalui penerapan prinsip bangunan gedung hijau sesuai dengan fungsi dan klasifikasi dalam setiap tahap penyelenggaraannya. “Jadi, Kemen PUPR meminta harus sesuai dengan peraturan Menteri tersebut,” tegasnya. [cyn.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!