Pemkot Pasuruan, Bhirawa. – Komitmen Pemkot Pasuruan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat kembali membuahkan hasil manis di tingkat nasional. Kota Pasuruan sukses menembus jajaran 10 besar nasional dalam penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award. Raihan tersebut sekaligus mengantarkan Kota Pasuruan menjadi satu dari hanya tiga daerah di Jawa Timur yang berhak menjalani verifikasi lapangan langsung oleh Tim Verifikasi STBM Award Pemerintah Pusat.
Tahapan verifikasi lapangan tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo di Ruang Rapat Untung Suropati I, Rabu (30/9). Dalam kesempatan itu, kepala daerah yang akrab disapa Mas Adi tersebut menegaskan kedatangan tim penilai bukan sebatas mengejar penghargaan semata. “Ini bukan hanya proses penilaian, tetapi menjadi momentum berharga bagi kami untuk mendapatkan masukan dan evaluasi dalam penguatan STBM di Kota Pasuruan,” ujar Mas Adi.
Ia menekankan keberhasilan program sanitasi tidak bisa mengandalkan peran pemerintah tunggal. Dibutuhkan sinergi erat lintas sektor, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, Puskesmas, kader, sanitarian, akademisi, hingga kesadaran kolektif dari seluruh lapisan masyarakat.
Penguatan tersebut menyasar lima pilar utama STBM, yakni Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS), Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga (PAMM-RT), Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (PSRT), serta Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga (PLC-RT).
Tantangan di lapangan yang bersifat dinamis diakui Mas Adi tetap ada. Karena itu, Pemkot Pasuruan menyambut terbuka setiap catatan maupun rekomendasi perbaikan dari tim penilai agar budaya hidup bersih tidak berhenti sebagai formalitas di atas kertas. “Dan harapannya, sanitasi yang sehat dan layak tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar menjadi budaya hidup bersih dan sehat bagi masyarakat Kota Pasuruan,” papar Mas Adi.
Tim penilai pusat dijadwalkan menyisir sejumlah titik lokus (lokasi fokus) pelayanan publik dan permukiman warga. Kelurahan Kebonagung menjadi sampel utama untuk peninjauan lima pilar STBM sekaligus fasilitas IPAL Komunal.
Sementara itu, pengelolaan sampah difokuskan di TPS3R Kelurahan Tembokrejo, yang disusul peninjauan fasilitas lanjutan di IPLT Blandongan. Tak hanya kawasan pemukiman, tim verifikasi juga memantau kesiapan sarana publik yang ramah kelompok rentan melalui prinsip Gender Equality, Disability, and Social Inclusion (GEDSI).
Beberapa fasilitas umum yang menjadi titik uji petik antara lain Puskesmas Kandangsapi, SMPN 4 Kota Pasuruan, serta Masjid Muhajirin Bugul Kidul.[hil.ca]


