Lamongan, Bhirawa – Suasana haru dan duka menyelimuti keluarga besar PT Superior Prima Sukses Tbk. Seluruh karyawan di lima lokasi pabrik yang tersebar di Jawa Timur dan Jawa Tengah—yakni Lamongan, Mojokerto, Sidoarjo, Sragen, dan Banjarnegara, menggelar doa bersama secara serentak untuk mendoakan para korban kecelakaan kerja serta keluarga yang terdampak musibah di unit Lamongan.
Kecelakaan kerja tersebut tercatat merenggut lima korban jiwa. Tiga korban meninggal dunia di hari yang sama, Jumat (18/9/2026), yaitu M. Sahrul Fahmi (25), warga Dusun Gerdu, Desa Banaran, Kecamatan Babat, yang meninggal dunia di lokasi kejadian; Fiki, warga Putat Lor, Kecamatan Turi, yang mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju RSUD Dr. Soetomo Surabaya sekitar pukul 01.00 WIB; serta Imam Sugiono (34), warga Dusun Jetis, Kecamatan Kedungpring, yang meninggal di RS Muhammadiyah Lamongan sekitar pukul 04.00 WIB.
Masih di hari yang sama, Robith Fatahillah, warga Desa Nyabung, Kecamatan Laren, menyulul berpulang di RS Muhammadiyah Lamongan sekitar pukul 09.30 WIB. Sementara itu, korban kelima, Akhmad Arif Wijaya (31), warga Desa Warukulon, Kecamatan Pucuk, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Katolik St. Vincentius a Paulo (RKZ), Surabaya.
Di samping korban meninggal dunia, dua karyawan lainnya masih menjalani perawatan medis akibat luka bakar yang dialami. Sigit Kamseno (36), warga Desa Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, Surabaya, mengalami luka bakar hingga 95 persen dan tengah dirawat intensif di RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Adapun Andika Dwi Ramadhan (20), warga Ndateng, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, mengalami luka bakar sekitar 35 persen dan dalam perawatan di RS Katolik St. Vincentius a Paulo, Surabaya.
Aksi doa bersama yang digelar di seluruh unit kerja berlangsung khidmat sebagai bentuk solidaritas antarpekerja. Para karyawan memanjatkan doa agar para korban yang berpulang mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, serta rekan-rekan yang dirawat segera diberikan kesembuhan.
SPI HRD GA PT Superior Prima Sukses Tbk, Wijaya, menyampaikan bahwa kegiatan doa serentak ini merupakan wujud kepedulian dan rasa duka mendalam dari seluruh jajaran perusahaan.
“Harapan kita dengan doa bersama ini menjadi penguat bagi kita maupun bagi keluarga korban. Semoga keluarga korban yang ditinggalkan diberi kekuatan, korban yang berpulang diterima di sisi Allah SWT, dan korban yang masih menjalankan perawatan diberi kesembuhan sehingga bisa bergabung lagi dengan kami,” ujar Wijaya.
Ungkapan duka mendalam juga disampaikan oleh Arif, salah satu rekan kerja korban. Ia menaruh harapan besar agar rekan-rekannya yang dirawat dapat segera pulih dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Arif juga menuturkan bahwa manajemen perusahaan saat ini tengah berfokus melakukan pendampingan penuh kepada para korban dan keluarga.
“Sejauh yang saya tahu dan informasi dari rekan kerja, pihak perusahaan sangat mendukung terkait dengan kesembuhan melalui perawatan intensif dan melakukan pendampingan terhadap keluarga korban,” ungkap Arif.
Sebagai sesama pekerja, Arif mengimbau agar musibah ini menjadi pengingat bersama akan pentingnya keselamatan kerja. Ia berharap aspek safety senantiasa dijadikan sebagai prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional di lingkungan perusahaan. [yit.kt]


