28 C
Sidoarjo
Thursday, September 24, 2026
spot_img

Tongtong Angin Ribut Bawa Budaya Sumenep ke Panggung MotoGP Mandalika


Sumenep, Bhirawa – Kesenian tradisional Sumenep, Tongtong Angin Ribut, mendapat dukungan penuh Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo untuk tampil dalam rangkaian MotoGP Mandalika 2026. Penampilan tersebut menjadi momentum membawa seni tradisional Madura ke panggung berskala internasional.

Tongtong Angin Ribut dijadwalkan ambil bagian dalam Rider Parade MotoGP Mandalika pada 7 Oktober 2026. Kehadiran kelompok kesenian asal Sumenep itu diharapkan turut memperkenalkan kekayaan budaya Madura kepada publik nasional hingga mancanegara.

Bupati Achmad Fauzi mengatakan, kebudayaan merupakan identitas daerah yang harus terus dirawat, dilestarikan, sekaligus diperkenalkan secara luas. “Kebudayaan merupakan identitas yang harus terus dirawat, sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat luas,” kata Achmad Fauzi, Kamis (23/9).

Menurutnya, tampilnya kesenian asal Sumenep dalam agenda internasional merupakan kesempatan penting untuk memperluas promosi budaya dan pariwisata daerah. Sekaligus menunjukkan bahwa seni tradisional Madura mampu hadir dan mendapat ruang di tengah event olahraga dunia. “Ini momen langka dan merupakan kehormatan bagi kami, karena budaya Sumenep bisa tampil di momen internasional,” tegasnya.

Ia menambahkan, penampilan Tongtong Angin Ribut akan menjadi bagian menarik dari kemeriahan MotoGP Mandalika. Musik tradisional Madura diharapkan mampu memberikan warna tersendiri dalam rangkaian kegiatan tersebut. “Bukan sekadar ajang MotoGP biasa. Saat mesin-mesin motor menderu, suara tongtong Madura juga bersiap menggema. Tongtong Angin Ribut Sumenep siap membuat Mandalika bergemuruh,” ungkap Bupati.

Berita Terkait :  Meriahkan HUT Kemerdekaan Ke 80 RI, SD Muhammadiyah 24 Surabaya Gelar Lomba Kreasi Ketahanan Pangan

Achmad Fauzi menilai, kehadiran Tongtong Angin Ribut tidak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga menjadi ruang promosi budaya Sumenep. Panggung internasional tersebut sekaligus menjadi kesempatan memperkenalkan warisan seni leluhur Madura kepada masyarakat dari berbagai daerah dan negara. “Bagi kami, panggung tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan bahwa warisan seni leluhur tetap relevan dan mampu hadir dalam event berskala internasional,” pungkasnya. [sul.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!