28.1 C
Sidoarjo
Sunday, September 13, 2026
spot_img

Desa/Kelurahan di Sidoarjo Didorong Punya Unit Pengumpul Zakat


Sidoarjo, Bhirawa – Sebanyak 346 Desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Sidoarjo dinilai berpotensi dalam pengumpulan zakat infaq sodaqoh (ZIS). Total potensinya bisa mencapai Rp2,2 triliun per tahun. Untuk itu Desa /Kelurahan didorong untuk membentuk Unit Pengumpulan Zakat bekerja sama dengan BAZNAS.

Pj Sekda Kabupaten Sidoarjo, M.Ainur Rohman mengatakan, pengumpulan ZIS di Kabupaten Sidoarjo diharapkan mampu mendekatkan layanan zakat kepada masyarakat .

“Pengumpulan ZIS sudah maksimal, tapi belum optimal. Sudah baik, tapi perlu ditingkatkan,” komentar Ainur, di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, belum lama ini, dalam kegiatan Rapat Koordinasi Optimalisasi Pengumpulan ZIS Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026.

Optimalisasi ZIS, kata Ainur, yang juga kepala Bappeda Sidoarjo ini, sangat membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, BAZNAS, dan pemerintah desa/kelurahan serta masyarakat.

Ainur sangat mendorong seluruh kepala desa dan lurah, agar memfasilitasi pembentukan UPZ di Deesa/Kelurahan. Penguatan tersebut juga sejalan dengan Pasal 5 Perbup Sidoarjo Nomor 24 Tahun 2025 yang mengatur optimalisasi pengumpulan ZIS.

Berdasarkan data BAZNAS Sidoarjo, kinerja pengelolaan ZIS menunjukkan capaian yang cukup signifikan. Pada 2025, total pengumpulan ZIS mencapai Rp 16,375 miliar, terdiri dari zakat Rp896,84 juta, infak/sedekah Rp12,93 miliar dan penerimaan lainnya Rp2,54 miliar.

Dari dana tersebut, BAZNAS Sidoarjo menyalurkan Rp 11,507 miliar, melalui lima pilar program. Terbesar melalui program Sidoarjo Peduli sebesar Rp8,348 miliar untuk kebutuhan kemanusiaan seperti bedah rumah RTLH, Sembako dan biaya hidup dhuafa.

Berita Terkait :  Partai Demokrat Resmi Usung Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2024

Selanjutnya Sidoarjo Cerdas Rp1,599 miliar, Sidoarjo Taqwa Rp926,55 juta, Sidoarjo Sehat Rp461,45 juta dan Sidoarjo Makmur Rp172,3 juta.

Pada periode Januari hingga Juli 2026, total pengumpulan bersih mencapai Rp 8,556 miliar. Dari jumlah tersebut, sebanyak Rp 8,111 miliar, telah disalurkan melalui lima pilar program, dengan rasio efisiensi penyaluran mencapai94,8 persen atau masuk kategori “sangat tinggi” berdasarkan standardisasi BAZNAS RI.

Menurut Ainur capaian tersebut sebenarnya menunjukkan pengelolaan ZIS di Sidoarjo telah berjalan dengan baik. Namun, tantangan berikutnya adalah memperluas jangkauan penghimpunan agar potensi zakat yang besar di Sidoarjo dapat dioptimalkan.

Potensi zakat Sidoarjo, kata Ainur, berdasarkan riset BAZNAS RI, bisa mencapai Rp2,2 triliun setahu kalau digarap bersama.

Ketua Baznas Sidoarjo, M. Chasbil Aziz Salju Sodar mengataka penguatan UPZ desa memastikan dana ZIS dapat kembali kepada masyarakat diwilayah masing-masing.

Bisa digunakan untuk membantu tetangga yang membutuhkan bantuan bedah rumah, biaya berobat, beasiswa, hingga modal usaha mikro. [kus.gat]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!