28.1 C
Sidoarjo
Sunday, September 13, 2026
spot_img

Wisuda 350 Mahasiswa AMN Surabaya, Gubernur Khofifah Berpesan Mahasiswa jadi Perekat Bangsa


Surabaya, Bhirawa – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mewisuda 305 mahasiswa Angkatan I Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) Surabaya, Sabtu (12/9). Pada kesempatan yang sama, Khofifah berpesan kepada 200 mahasiswa baru penerima beasiswa AMN Angkatan V agar menjadikan beasiswa sebagai amanah yang harus dibalas dengan prestasi dan pengabdian.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Simfoni Kebinekaan AMN Surabaya dalam rangka Pengukuhan Mahasiswa Angkatan V Tahun 2026 sekaligus Wisuda Pertama Mahasiswa Penerima Beasiswa AMN Surabaya di Trans Luxury Hotel Surabaya, Sabtu (12/9).

Wisuda 305 mahasiswa Angkatan I menjadi momentum bersejarah bagi AMN Surabaya. Sebab, wisuda tersebut merupakan yang perdana sejak AMN Surabaya pertama kali diresmikan pada 2022 oleh Presiden RI ke-7 Joko Widodo.

Khofifah memberikan apresiasi kepada para wisudawan atas ketekunan, dedikasi, dan capaian akademik yang telah diraih selama menempuh pendidikan. Namun, ia mengingatkan bahwa prosesi wisuda bukanlah akhir dari perjalanan. “Prosesi wisuda bukanlah garis akhir perjuangan, melainkan pintu masuk awal menuju tanggung jawab sosial yang jauh lebih besar di tengah masyarakat,” ujar Khofifah.

Menurutnya, pengalaman para mahasiswa selama tinggal dan belajar di AMN menjadi modal penting untuk menjalankan tanggung jawab tersebut. AMN mempertemukan mahasiswa dari berbagai daerah, suku, agama, dan tradisi sehingga mereka terbiasa hidup serta bekerja sama dalam keberagaman.

Kemampuan tersebut, kata Khofifah, menjadi salah satu modal kepemimpinan yang penting bagi generasi muda Indonesia. “Kalangan muda dengan background intelektualitas yang luar biasa dididik, dibina, dibimbing dan dibangun karakter ke-Indonesiaannya. Mudah-mudahan ini menjadi bagian dari penguat pondasi untuk NKRI terutama menyambut Indonesia Emas 2045,” katanya.

Berita Terkait :  Kemelut Unuba, PCNU Bangil Klaim Miliki Legitimasi PBNU

Sementara kepada 200 mahasiswa baru Angkatan V, Khofifah secara khusus mengingatkan agar kesempatan memperoleh beasiswa tidak dipandang hanya sebagai bantuan pendidikan. “Untuk para penerima Beasiswa AMN, jangan memandang beasiswa sekadar sebagai bantuan. Melainkan sebuah amanah dan kepercayaan yang harus dijawab dengan prestasi dan pengabdian. Bersama, kita akan terus berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045,” pesannya.

Sebanyak 200 mahasiswa baru tersebut tersebar di empat perguruan tinggi mitra AMN Surabaya. Masing-masing sebanyak 50 mahasiswa di Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur.

Khofifah mengatakan, keberadaan AMN tidak hanya memberikan akses pendidikan dan tempat tinggal bagi mahasiswa penerima beasiswa. Lebih dari itu, AMN menjadi ruang pembentukan karakter dan wawasan kebangsaan.

Ia menyebut AMN sebagai miniatur Indonesia sekaligus laboratorium kebangsaan. Mahasiswa dapat mengenal Indonesia secara lebih utuh melalui interaksi dengan teman sekamar, ruang diskusi, maupun kehidupan sehari-hari bersama mahasiswa dari latar belakang berbeda.

“Lewat AMN ini kita berharap akan terbangun mutual trust dan mutual respect di antara semuanya. Sebenarnya kita ini sedang merakit Indonesia melalui pendekatan intelektualitas anak muda dari Sabang sampai Merauke,” tuturnya.

Khofifah juga mengapresiasi kolaborasi empat perguruan tinggi mitra dengan AMN Surabaya. Menurutnya, perguruan tinggi dan AMN memiliki peran yang saling melengkapi dalam perjalanan pendidikan mahasiswa. “Kampus mengasah keahlian akademik dan AMN mematangkan karakter serta wawasan kebangsaan,” jelasnya.

Berita Terkait :  Mahasiswa Unigoro Wakili Indonesia di Ajang ASEAN University Games 2024

Ia pun mengajak mahasiswa baru maupun para wisudawan untuk terus membawa semangat kebinekaan yang dibangun selama berada di AMN dalam kehidupan bermasyarakat.

“Dari Jawa Timur, dari Asrama Mahasiswa Nusantara, mari kita tunjukkan bahwa anak-anak bangsa dari berbagai penjuru Nusantara dapat hidup bersama, belajar bersama, tumbuh bersama, dan membangun Indonesia bersama,” pungkasnya.

Pada momentum yang sama, Wakil Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Imam Sugianto, M.Si., melantik Ikatan Alumni AMN Surabaya yang didampingi Rektor UPN Veteran Jatim.

Imam menyebut AMN Surabaya yang merupakan AMN pertama di Indonesia sebagai kawah candradimuka generasi bangsa. Ia menegaskan, AMN mengusung misi besar dalam merawat ketahanan sosial dan integrasi bangsa sejak dini.

Kepada 305 alumni dan pengurus IKA AMN Surabaya, Imam berpesan agar karakter kebangsaan yang telah ditempa selama berada di AMN terus dibawa ke tengah masyarakat.

“Dimanapun kalian berada nanti, jadilah bagian dari agen perekat di tengah masyarakat. Ketika ada konflik, alumni AMN Surabaya harus menjadi yang pertama dalam menyelesaikannya,” pesannya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Badri Munir Sukoco, S.E., MBA., Ph.D., meminta mahasiswa Angkatan V memanfaatkan kesempatan pendidikan di AMN untuk memperluas cakrawala dan terus berkembang.

“Kepada mahasiswa Angkatan V, saya berpesan agar besarkan diri saudara lewat kesempatan ini. Pada lulusan Angkatan I, jangan jadikan Wisuda sebagai akhir perjalanan, tapi menjadi pintu perjalanan yang lebih besar,” ujarnya.

Berita Terkait :  Pemkot Minta Segera Lakukan Langkah Intervensi Penanganan Anak Tidak Sekolah

Badri berharap semangat kebangsaan yang dibangun melalui Simfoni Kebinekaan AMN tidak berhenti di lingkungan asrama, tetapi terus bergema di berbagai penjuru negeri. [ina.wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!