28.1 C
Sidoarjo
Sunday, September 13, 2026
spot_img

Pimpin PBJI Jatim, Eko Surcahyo Fokus PON dan Pembinaan


Surabaya, Bhirawa – Eko Surcahyo terpilih secara aklamasi memimpin Pengprov Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Jawa Timur pada Musprov yang digelar di Hotel Aria Surabaya, Minggu (13/9) dan dihadiri 24 pengcab dari kabupaten/kota. Salah satu programnya adalah membina dan mempersiapkan atlet untuk turun di PON Beladiri 2027 maupun PON 2028 di NTT-NTB.

Pada Musprov Eko Surcahyo menjadi calon tunggal dalam bursa pemilihan Ketua PBJI Jatim. Kepastian ini didapat setelah arus bawah organisasi, mulai dari pengurus kabupaten/kota hingga jajaran pelatih dan atlet Puslatda Jawa Timur-secara bulat menyerahkan surat dukungan dan kesediaan untuk dirinya.

“Secara pribadi saya sebenarnya tidak mencalonkan diri. Namun, dukungan dari arus bawah Insan Jujitsu kabupaten dan kota sangat banyak. Bahkan pelatih dan atlet Puslatda sudah membuat surat pernyataan kesediaan. Dasar itulah yang akhirnya menjadikan saya sebagai calon tunggal,” terang Eko.

Tantangan utama yang akan dikawal pengurus baru adalah memastikan Jujitsu resmi dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028, di samping persiapan menghadapi PON Bela Diri 2027.

Eko optimistis target tersebut dapat tercapai. Berdasarkan komunikasi intensif yang telah dilakukan, sekitar 90 persen KONI daerah-termasuk tuan rumah NTB, NTT, hingga DKI Jakarta telah memberikan lampu hijau dan menyetujui Jujitsu tampil di PON 2028.

“Proses ini kita tempuh baik secara prosedural maupun pendekatan komunikasi. 90 persen KONI daerah sudah clear dan setuju. Tinggal eksekusinya di KONI Pusat. Kami yakin karena Ketua KONI Jatim, Pak Nabil, serta tokoh-tokoh Jawa Timur sangat mendukung,” jelas Eko.

Berita Terkait :  Rebut 23 Medali, Woodball Jatim Juara Umum Kejurnas IWbA 2026

Dukungan juga mengalir dari jalur legislatif. Dewan Pembina Jujitsu Jatim, Bambang Haryo Soekartono (BHS) yang duduk di Komisi VII DPR RI, bersama jajaran DPRD Surabaya, siap membantu menjembatani komunikasi ke tingkat pusat.

“Jawa Timur adalah barometer Jujitsu Indonesia. Jika cabang olahraga lain bisa tampil di PON, kenapa kita tidak? Tugas utama pengurus baru adalah mengawal hal ini hingga tuntas,” tambahnya.

Seluruh rincian regulasi kejuaraan dan program kerja jangka panjang tersebut rencananya akan ditata dan dibahas secara mendalam pada Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Jujitsu Jatim yang dijadwalkan berlangsung pada awal tahun mendatang.

Jatim layak disebut barometer Jujitsu karena para atletnya berhasil meraih juara umum di PON XXI Aceh-Medan dengan merebut 4 emas dan 1 perunggu. Kemudian juara umum di PON Beladiri Kudus 2025 dengan meraih 5 emas, 2 perak dan 1 perunggu.

Sementara itu, sebagai langkah awal, kepengurusan baru nantinya akan memprioritaskan penyusunan program kerja dan regulasi yang transparan, terutama dalam penyelenggaraan kejuaraan serta seleksi atlet. “Kita harus buat seleksi yang profesional dan terbuka agar atlet-atlet berpotensi tidak lari ke mana-mana. Hal ini penting untuk mempertahankan tradisi Jawa Timur sebagai barometer Jujitsu nasional dan internasional, sejalan dengan visi KONI yaitu menuju prestasi dunia,” tegasnya. [wwn]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!