32 C
Sidoarjo
Sunday, September 6, 2026
spot_img

Tangani Karhutla Gunung Butak, BPBD Malang Kerahkan Helikopter Water Bombing dan Puluhan Personel Darat

Kab Malang, Bhirawa — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan Gunung Butak, tepatnya di Petak 100, wilayah Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, dengan luas area terdampak mencapai 16,5 hektare. Angin kencang dan medan yang terjal sempat membuat kobaran api meluas ke arah barat, sekaligus meningkatkan risiko bahaya di lokasi kejadian.

Guna mengantisipasi kebakaran yang lebih meluas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang bersama tim gabungan terus melakukan penanganan, baik secara manual maupun dengan dukungan udara. Mengingat medan yang ekstrem dan curam, BPBD Kabupaten Malang bekerja sama dengan BPBD Provinsi Jawa Timur dengan mengerahkan satu unit helikopter water bombing.

Sebanyak 8.000 liter air disiramkan ke titik-titik api pada operasi yang berlangsung Sabtu, 5 September 2026. Sementara itu, strategi pemadaman dari jalur darat juga digencarkan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menyebutkan puluhan personel gabungan disiagakan untuk membuat sekat bakar (firebreak) serta menimbun bara api yang tersisa di vegetasi kering.

“Pemadaman lewat jalur darat tentu mengutamakan faktor keselamatan tim. Di beberapa titik, personel darat maupun helikopter sempat ditarik mundur atau dihentikan sementara karena angin bertiup kencang dan membahayakan keselamatan,” jelasnya, Minggu (6/9/2026).

Sebelumnya, tim gabungan juga telah mengevakuasi ratusan pendaki yang berada di kawasan saat api pertama kali muncul. Demi keselamatan dan mempermudah proses pemadaman, jalur pendakian Gunung Butak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong ditutup total untuk sementara waktu.

Berita Terkait :  Tingkatkan Kapasitas Ormas, Bakesbangpol Tulungagung Gelar Penguatan Demokrasi dan Kebangsaan

Hingga Sabtu, 5 September 2026, penanganan karhutla di ketiga kawasan tersebut masih berlangsung. Untuk mempercepat penanganan, logistik pendukung dan dua personel telah dikirim untuk berjaga di Pos Panderman.

Saat ini, operasi water bombing dihentikan sementara menunggu kondisi angin membaik. Angin yang kencang berpotensi memicu api kembali menyala dan merambat ke arah barat daya maupun puncak gunung. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Untuk mempercepat pemadaman api di kawasan Gunung Butak, penanganan harus tetap dibantu dengan operasi water bombing,” tegas Sadono. [cyn.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!