Surabaya, Bhirawa. – Kebun Binatang Surabaya (KBS) menghadirkan empat ekor kura-kura Aldabra (Aldabrachelys gigantea) bertepatan dengan peringatan ulang tahun ke-110 KBS.
Kehadiran satwa yang dikenal sebagai salah satu kura-kura darat terbesar di dunia tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama konservasi KBS dengan lembaga konservasi dan kebun binatang dari Jepang, Senin (31/8).
Direktur Operasional KBS, Nurika Widyasanti, mengatakan empat kura-kura Aldabra itu terdiri atas satu jantan dan tiga betina, KBS sebelumnya belum pernah memiliki koleksi satwa jenis ini.
”Ini merupakan pertama kalinya KBS mendatangkan kura-kura Aldabra. Harapannya bisa menjadi tambahan daya tarik sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai satwa dan pentingnya konservasi,” ujar Nurika.
Nurika menjelaskan, kura-kura jantan diperkirakan berusia sekitar 40 tahun dengan berat lebih dari 100 kilogram, sedangkan tiga betina berusia sekitar 25-30 tahun dengan berat rata-rata 80-90 kilogram, panjang tubuh masing-masing sekitar satu meter.
”Komposisi satu jantan dan tiga betina disiapkan untuk mendukung program pengembangbiakan secara terkontrol. Program tersebut menjadi bagian dari upaya KBS memperkaya keanekaragaman hayati dengan tetap memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan satwa,” tandasnya.
Nurika mengukapkan, sebelum diperkenalkan kepada masyarakat, keempat satwa menjalani proses karantina dan habituasi untuk memastikan kondisi kesehatan serta kemampuan beradaptasi dengan lingkungan baru.
”Setelah seluruh tahapan selesai dan kondisi satwa dinyatakan siap, bertepatan dengan ulang tahun KBS, kura-kura ini sudah selesai dari proses karantina dan bisa kami perkenalkan kepada masyarakat,” terangnya.
Nurika Kerja sama dengan mitra konservasi Jepang juga direncanakan menghadirkan sejumlah satwa lain, seperti monyet Jepang, jerapah dan panda merah, tidak hanya terkait pertukaran satwa, tetapi juga mencakup konservasi, reproduksi, edukasi dan pengelolaan satwa, proses kedatangan satwa dilakukan melalui tahapan administrasi dan perizinan sesuai ketentuan.
”Kaitannya bukan hanya B2B, tetapi juga ada aspek government to government, jadi semuanya melalui proses dan perizinan yang sesuai,” katanya.
Nurika menambahkan, KBS membuka peluang kerja sama konservasi terkait komodo, tapi program membutuhkan mekanisme dan perizinan khusus karena komodo merupakan satwa endemik Indonesia, kura-kura Aldabra diharapkan tidak hanya menjadi tambahan koleksi, tetapi juga memperkuat fungsi KBS sebagai lembaga konservasi, edukasi dan penelitian. Masyarakat dapat mempelajari karakteristik, perilaku dan pentingnya menjaga kelestarian satwa serta habitatnya.
”Ini bukan sekadar menghadirkan satwa baru untuk dipertontonkan. Harapannya masyarakat mendapatkan edukasi dan memahami pentingnya konservasi,” tambah Nurika. [ren.hel]

