Kabupaten Malang, Bhirawa — Kabupaten Malang merupakan wilayah terluas kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Banyuwangi, dengan 378 desa dan 12 kelurahan yang tersebar di 33 kecamatan, serta luas wilayah 3.534,86 km². Luas dan kondisi wilayah tersebut menuntut ketersediaan fasilitas penunjang, termasuk kesiapan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) yang memadai.
Mengingat wilayah yang sangat luas, ditambah dengan kepadatan pemukiman warga serta topografi berupa perbukitan, hutan, dan lahan tanaman tebu yang rawan kebakaran di musim kemarau, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang berencana mengajukan penambahan dua unit armada Damkar senilai Rp1 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2027.
Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Indra Gunawan, membenarkan hal tersebut saat ditemui wartawan, Senin (31/8/2026). Tambahan armada diperlukan agar dapat mengcover wilayah-wilayah yang berpotensi rawan kebakaran.
Saat ini, Damkar Kabupaten Malang baru memiliki 10 unit mobil pemadam dan 3 unit mobil rescue. Satu unit ditempatkan di Pos Damkar Pujon, satu unit pemadam beserta rescue di Pos Singosari, serta tiga unit pemadam dan satu rescue di Pos Damkar Kepanjen. Sisanya berada di Markas Komando Damkar Pendapa Agung, sementara dua unit lainnya sedang dalam perbaikan.
“Jika terjadi kebakaran secara bersamaan, kami terpaksa meminta bantuan dari Damkar wilayah sekitar maupun perusahaan yang memiliki armada pemadam,” ungkap Indra.
Pengajuan tahun ini mencakup satu unit mobil pemadam tipe Mitsubishi Canter atau setara, serta satu unit mobil penyelamat berbasis Toyota Kijang atau Isuzu Panther yang nantinya dimodifikasi sesuai kebutuhan, dengan total anggaran sekitar Rp 1 miliar. Namun, usulan ini belum dapat terealisasi tahun ini.
Pengajuan sebelumnya melalui Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran (KUA-PPAS) maupun Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD tahun ini juga belum disetujui dengan alasan keterbatasan anggaran. Meski demikian, pihaknya tetap berupaya mengajukan kembali melalui APBD Tahun 2027.
“Kami terus berupaya agar pengadaan ini dapat direalisasikan demi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran di seluruh wilayah Kabupaten Malang,” pungkasnya. [cyn.kt]

