31 C
Sidoarjo
Monday, August 24, 2026
spot_img

Dorong Pengembangan SMAN Taruna, Enam Fasilitas SMAN Taruna Nala Diresmikan Gubernur

Malang, Bhirawa – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong pengembangan sekolah ketarunaan di Jawa Timur tidak berhenti pada pembangunan fasilitas fisik. Sekolah taruna harus terus diperkuat sebagai pusat pembentukan karakter, kedisiplinan, kepemimpinan, prestasi, sekaligus pengembangan kompetensi peserta didik.

Terbaru, enam fasilitas dan hasil rehabilitasi yang diresmikan meliputi UKS Pulau Gili Labak, Rumah Belajar Gunung Semeru, Rumah Belajar Gunung Arjuno, Monumen Kapal Samudra Pratama, rehabilitasi Ruang Makan Masalembu, serta rehabilitasi Masjid At-Tarbiyah.

Khofifah mengatakan, setiap fasilitas pendidikan harus memberikan manfaat nyata bagi proses tumbuh kembang peserta didik. Karena itu, ruang yang dibangun tidak sekadar menjadi bangunan fisik, tetapi bagian dari ekosistem pendidikan yang mampu memperkuat karakter, integritas, dan kompetensi generasi muda.

“Hari ini kita menyaksikan proses peresmian enam fasilitas. Mudah-mudahan ruang belajar ini juga menjadi ruang interaksi yang bisa menguatkan harapan tercapainya cita-cita mereka, ruang tumbuh kembang mereka, pembangunan karakter mereka, dan tentu integritas sebagai warga bangsa,” ujarnya.

Menurut Khofifah, perkembangan dunia kerja yang semakin dinamis juga menuntut generasi muda memiliki keahlian dan kompetensi yang semakin spesifik. Lembaga pendidikan, kata dia, harus memberikan ruang seluas-luasnya bagi peserta didik untuk mengembangkan minat, bakat, serta potensi sesuai bidang yang ditekuni.

“Diversifikasi profesi itu makin hari makin dibutuhkan. Sehingga yang hadir memimpin sektor-sektor tertentu itu memang mereka yang memiliki skill dan spesifikasi serta konsen dan memiliki passion di sektor yang memang membutuhkan spesifikasi itu,” katanya.

Berita Terkait :  Minyak Goreng di Kota Batu Dipastikan Aman

Khofifah menjelaskan, Pemprov Jatim terus mengembangkan pendidikan ketarunaan dengan karakteristik dan kekhasan masing-masing. Selain SMAN Taruna Nala di Malang yang berkolaborasi dengan TNI Angkatan Laut, terdapat Taruna Madani di Pasuruan dengan pembinaan TNI Angkatan Darat dan Taruna Brawijaya di Kediri.

Pengembangan juga dilakukan melalui Taruna Angkasa di Madiun, Taruna Bhayangkara di Genteng, Banyuwangi, serta Taruna Pamong Praja di Bojonegoro.

“Pengembangan sekolah ketarunaan ini menjadi bagian dari upaya kita memberikan ruang kepada anak-anak untuk memperkuat kompetensi, karakter, kedisiplinan, dan kepemimpinan sesuai dengan kekhasan masing-masing,” ujar Khofifah.

Perkuat Wawasan Kemaritiman

Khusus SMAN Taruna Nala, Khofifah mendorong penguatan pendidikan ketarunaan berjalan seiring dengan peningkatan wawasan kemaritiman dan kenusantaraan.

Menurutnya, sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi maritim yang besar dan harus dipahami generasi muda sejak dini.

“Pengenalan terhadap kesamuderaan dan kemaritiman itu sesuatu yang wajib dikenalkan. Indonesia adalah archipelago state. Laut-laut di Indonesia bukan pemisah, laut di Indonesia adalah pemersatu karena Indonesia adalah negara kepulauan,” tegasnya.

Karena itu, para taruna dan taruni SMAN Taruna Nala diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik, kedisiplinan, dan kepemimpinan yang kuat. Mereka juga perlu memiliki pemahaman mengenai potensi kemaritiman Indonesia serta kesadaran untuk menjaga dan mengembangkan kekayaan laut dan wilayah kepulauan.

Enam fasilitas yang diresmikan pun diharapkan menjadi bagian dari proses pembelajaran tersebut. Rumah Belajar Gunung Semeru dan Rumah Belajar Gunung Arjuno, misalnya, diarahkan menjadi ruang yang mendorong budaya belajar, kreativitas, inovasi, dan interaksi antarpeserta didik.

Berita Terkait :  Pj Gubernur dan Kepala BNNP Tinjau Banjir Ponorogo

UKS Pulau Gili Labak diharapkan memperkuat kesadaran hidup sehat. Sementara Ruang Makan Masalembu dapat menjadi ruang pembelajaran kedisiplinan, tata krama, kebersamaan, dan jiwa korsa.

Adapun Monumen Kapal Samudra Pratama menjadi simbol semangat kemaritiman, keberanian, dan ketangguhan. Sedangkan Masjid At-Tarbiyah diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat keimanan dan akhlak para taruna dan taruni.

“Pendidikan yang unggul harus berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak dan kekuatan spiritual. Ilmu, prestasi, dan kepemimpinan harus selalu berpijak pada akhlak yang baik,” kata Khofifah.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memberikan penghargaan kepada 10 siswa-siswi SMAN Taruna Nala yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat internasional. Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi sekaligus dorongan agar prestasi para taruna dan taruni terus berkembang.

“Prestasi adalah buah dari proses panjang. Saya berharap capaian yang telah diraih menjadi inspirasi bagi seluruh taruna dan taruni untuk terus berusaha, berdisiplin, dan memberikan yang terbaik bagi sekolah, Jawa Timur, dan Indonesia,” tuturnya.

Selain itu, Khofifah memberikan beasiswa pendidikan masing-masing Rp1 juta dan sepatu sekolah kepada 30 murid dari keluarga afirmasi jenjang SMA, SMK, dan SLB. Mereka berasal dari Kota Batu, Kota Malang, dan Kabupaten Malang, masing-masing 10 penerima.

Khofifah menegaskan, keterbatasan ekonomi keluarga tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan mengejar cita-cita.

“Jangan sampai keterbatasan kondisi keluarga menjadi penghalang bagi mereka untuk mendapatkan pendidikan yang baik dan meraih masa depan yang lebih baik,” katanya.

Berita Terkait :  Festival Kali Brantas V Perkuat Identitas Budaya Kota Kediri

Apresiasi juga diberikan kepada petugas kebersihan dan penjaga sekolah melalui santunan dan sembako. Menurut Khofifah, seluruh unsur tersebut merupakan bagian dari ekosistem pendidikan yang memiliki peran dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan mendukung pembelajaran.

“Sekolah adalah sebuah ekosistem. Semua harus berjalan bersama untuk menghadirkan pendidikan yang terbaik,” tegasnya.

Khofifah turut mengapresiasi sinergi Pemprov Jatim dengan TNI Angkatan Laut dalam pengembangan SMAN Taruna Nala. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi kekuatan dalam membangun pendidikan yang memadukan aspek akademik dengan kedisiplinan, kepemimpinan, karakter, dan wawasan kemaritiman.

Ia meminta seluruh fasilitas yang telah dibangun dan direhabilitasi dimanfaatkan secara optimal serta dirawat bersama. Sebab, peningkatan kualitas fasilitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menggunakannya.

Kepada para taruna dan taruni, Khofifah berpesan agar kesempatan belajar di SMAN Taruna Nala dimanfaatkan untuk membangun masa depan dan mempersiapkan diri menjadi generasi yang mampu memberikan kontribusi bagi bangsa.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh. Hormati guru, pelatih, pengasuh, dan orang tua. Bangun disiplin, jaga integritas, dan jangan pernah berhenti mengembangkan potensi diri,” pesannya.

Khofifah berharap SMAN Taruna Nala terus berkembang sebagai salah satu pusat pendidikan ketarunaan di Jawa Timur yang mampu melahirkan generasi unggul, tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, sehat, berintegritas, berprestasi, serta memiliki wawasan kemaritiman dan kenusantaraan yang kokoh. [ina.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img
spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!