31.1 C
Sidoarjo
Tuesday, August 4, 2026
spot_img

Asia Pasifik Catat Rekor Investasi Properti Terkuat Sejak 2022 di Semester I 2026

Surabaya, Bhirawa – Asia Pasifik mencatat lonjakan investasi properti komersial pada paruh pertama 2026, mencapai USD 105 miliar, level terkuat sejak 2022, seiring kembalinya modal lintas batas dan aliran dana yang menyebar ke berbagai negara serta sektor.

Laporan Colliers berjudul Asia Pacific Capital Markets Snapshot H1 2026 menunjukkan kepercayaan yang kembali tumbuh terhadap likuiditas, transparansi, dan prospek pertumbuhan jangka panjang kawasan ini.

Menurut data MSCI Real Capital Analytics (RCA) yang dikutip Colliers, Jepang menjadi penerima modal terbesar dengan nilai transaksi mencapai USD 25,3 miliar pada enam bulan pertama 2026. Australia menempati posisi kuat kedua dengan USD15,8 miliar, sementara Singapura tampil sebagai sorotan dengan transaksi senilai USD14,1 miliar, jumlah yang sudah melampaui total transaksi sepanjang 2025.

Theo Novak, Managing Director Capital Markets Asia Pasifik Colliers, menyatakan bahwa hasil semester pertama 2026 menandai titik balik penting. “Kinerja paruh pertama 2026 yang terkuat sejak 2022 menunjukkan para investor makin percaya pada kemampuan APAC untuk menghadirkan likuiditas, transparansi, dan pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Novak menambahkan bahwa selain penempatan modal pada sektor tradisional seperti perkantoran, ritel, dan industri, investor juga semakin melirik tema struktural seperti pusat data (data centres).

Di Indonesia, Mike Broomell, Managing Director Colliers Indonesia, melihat sinyal positif terhadap aset-aset berkualitas. “H1 2026 menunjukkan modal tersedia untuk aset Indonesia bernilai besar dengan fundamental kuat. Pada paruh kedua, aktivitas investasi diperkirakan makin meluas, walau pembeli akan tetap selektif dan memprioritaskan kantor prime, aset kesehatan, serta transaksi yang menawarkan pendapatan resilien, operator kredibel, dan eksekusi yang jelas,” kata Broomell.

Berita Terkait :  Seribu Petani Buah Melon se-Jawa Timur Panen Buah Melon Serentak di Kabupaten Nganjuk

Aktivitas investasi tetap terfokus pada pasar yang menawarkan skala, kedalaman pasar, dan partisipasi institusional kuat. Jepang dan Australia menarik aliran modal internasional besar, sementara Singapura menjadi tujuan unggulan bagi investor yang mencari pasar stabil dan transparan. China juga menyumbang porsi signifikan dengan USD 27,5 miliar transaksi pada H1 2026, meski masih didominasi pelaku lokal sementara pemilik asing cenderung melakukan divestasi.

Sektor perkantoran tetap menjadi destinasi investasi terbesar di kawasan dengan penyerapan dana USD 40,2 miliar pada paruh pertama 2026. Ritel menempati posisi berikutnya dengan USD 26,7 miliar, dan sektor industri menarik USD 22,8 miliar, mencerminkan minat investor pada pertumbuhan yang didorong konsumsi dan logistik. Pusat data terus memperkuat posisinya sebagai tema investasi jangka panjang dengan arus modal mencapai USD 6,7 miliar year-to-date.

Pembeli asing menyumbang 35,9% dari seluruh akuisisi di Asia Pasifik pada H1 2026, naik dari 26,0% pada 2023, tanda kepercayaan global yang pulih terhadap prospek kawasan. Selama periode ini, pembeli lintas batas juga lebih dominan ketimbang penjual lintas batas, sehingga modal global tercatat sebagai pembeli bersih properti APAC.

Novak menekankan peran penting investor institusional dan grup private equity besar yang kembali memimpin aliran modal internasional ke kawasan.

Colliers menyebut sejumlah transaksi signifikan yang difasilitasinya pada 2026, antara lain, penjualan St Ives Shopping Village di Australia kepada Iris Capital sebesar USD 310 juta. Transaksi PWC Tower di Auckland, Selandia Baru, dalam pembelian senilai sekitar USD 339 juta, menjadi transaksi kantor single-asset terbesar di CBD Auckland.

Berita Terkait :  Stasiun Babadan akan Dijadikan Stasiun Cargo sebagai Upaya Tingkatkan PAD

Ada empat transaksi di Korea Selatan dalam empat minggu yang totalnya mencapai USD 675 juta (KRW 1 triliun). Penjualan lahan industri terbesar di Taiwan Utara dalam lebih dari 20 tahun, transaksi di atas USD 350 juta atas nama Chemours.

Penjualan Robertson House di Singapura senilai USD 280 juta, menjadi penjualan hospitality terbesar yang dibimbing penasihat sejak 2023.

Dengan kondisi likuiditas yang meningkat, beragamnya sektor target investasi, serta kembalinya modal asing, Colliers memperkirakan 2026 berpotensi menjadi tahun dengan catatan transaksi yang kuat bagi pasar properti Asia Pasifik, termasuk peluang baru bagi aset-aset unggulan di Indonesia.[aya.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!