Pemkot Surabaya, Bhirawa. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya perkuat menghadapi ancaman penyakit zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia melalui kolaborasi lintas sektor di Puskesmas Medokan Ayu, surabaya.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat deteksi dini, edukasi masyarakat, serta koordinasi antarlembaga guna mencegah potensi Kejadian Luar Biasa (KLB), melalui Lokakarya Edukasi Pencegahan Penyakit Zoonosis yang diselenggarakan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya bersama Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan RI, Portkesmas, dan Pokja Risk Communication and Community Engagement (RCCE).
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Surabaya, dr. Atiek Tri Arini, mengatakan kesiapsiagaan menjadi kunci mencegah penyakit zoonosis berkembang menjadi wabah.
“Dinkes terus memperkuat sistem surveilans, koordinasi dengan sektor kesehatan hewan dan lingkungan, serta mengintensifkan edukasi kepada masyarakat,” ungkapnya.
Lanjut Atiek menjelaskan bahwa salah satu penyakit yang menjadi perhatian adalah leptospirosis yang berpotensi meningkat saat musim hujan.
“Kami mengimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan, menggunakan alas kaki saat berada di area banjir, menjaga kebersihan lingkungan, dan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala,” Ujarnya
Atiek mengukapkan meski Surabaya bukan wilayah endemis rabies, warga diminta tetap waspada dan segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gigitan hewan penular.
“Data Surveilans Kesehatan Daerah (SKDR) menunjukkan Surabaya tidak mencatat kasus suspek flu burung pada manusia maupun antraks selama lima tahun terakhir. Namun, pada 2025 tercatat 25 suspek leptospirosis dan 40 kasus GHPR, sedangkan hingga Minggu ke-27 Tahun 2026 terdapat 14 suspek leptospirosis dan 33 kasus GHPR,” tuturnya.
Perwakilan Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, drh. Wafiroh, mengingatkan masyarakat memahami cara penularan berbagai penyakit zoonosis.
“Rabies dapat ditularkan melalui gigitan maupun cakaran hewan seperti anjing, kucing, monyet, dan kelelawar sehingga vaksinasi hewan peliharaan secara rutin menjadi langkah pencegahan yang penting,” pungkasnya. [ren.hel]


