29.5 C
Sidoarjo
Thursday, July 2, 2026
spot_img

Perkenalkan Sekolah Rakyat, Dinsos Gresik Ajak 58 Pengurus Panti Asuhan Kunjungi Lokasi Pembangunan

Gresik, Bhirawa  – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Gresik terus mendorong pemanfaatan program Sekolah Rakyat. Kali ini, sebanyak 58 pengurus Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak atau panti asuhan diajak mengunjungi langsung lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen yang berada di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu.

Kegiatan ini bertujuan agar para pengurus dapat melihat secara langsung kondisi fasilitas dan perkembangan pembangunannya. Dengan demikian, mereka memiliki gambaran yang jelas sebelum mendaftarkan anak‑anak asuhnya untuk menempuh pendidikan di sekolah tersebut.

Kepala Dinsos Gresik, dr. Ummi Khoiroh, menjelaskan bahwa saat ini terdapat 78 lembaga sejenis di wilayah Gresik. Oleh karena itu, seluruh pengurus perlu mengetahui secara pasti adanya program pendidikan unggulan yang digagas pemerintah. Di lokasi kunjungan, peserta mendapatkan penjelasan lengkap mengenai luas lahan, desain bangunan, jumlah gedung, serta progres pembangunan yang telah mencapai sekitar 93 persen.

“Tujuannya agar mereka mengetahui bahwa ada program pemerintah yang sangat baik. Anak‑anak asuh yang berasal dari keluarga kurang mampu golongan desil 1 dan desil 2 dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk bersekolah di Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, yang bertujuan membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak‑anak dari keluarga kurang mampu. Seluruh kebutuhan pendidikan siswa akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Di Gresik, disediakan kuota masing‑masing sebanyak 90 siswa untuk jenjang SD hingga SMA. Hingga saat ini, kuota untuk jenjang SD masih belum terpenuhi dan masih tersedia sekitar 72 tempat kosong.

Berita Terkait :  Komisi A DPRD Sidoarjo Desak Satlinmas Tak Cuek Melihat Bencana di Desa

“Kami berharap para pengurus panti dapat memanfaatkan kesempatan ini. Jika ada anak asuh yang belum mendapatkan pendidikan yang layak, terutama di tingkat sekolah dasar, dapat segera didaftarkan ke Sekolah Rakyat,” tambahnya.

Selain itu, dr. Ummi juga menyampaikan bahwa sepanjang Januari hingga Juni 2026, Dinsos telah menangani sekitar 33 orang lansia terlantar. Saat ini mereka masih dititipkan di sejumlah panti jompo yang tersedia. Nantinya, gedung eks Sekolah Rakyat Sementara akan dialihfungsikan menjadi panti lansia baru. Proses ini akan dimulai setelah seluruh siswa pindah ke gedung permanen yang dijadwalkan pada 14 Juli 2026. Setelah itu, bangunan akan direnovasi, dilengkapi sarana prasarana, tenaga pendamping, serta pendanaan sebelum resmi beroperasi. [kim.kt]

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Follow Harian Bhirawa

0FansLike
0FollowersFollow
0FollowersFollow

Berita Terbaru

error: Content is protected !!